Cinta Dengan Cintanya, Bukan Dengan Cinta-ku

Sayap itu patah lagi. Bukan rapuh. Sebuah rasa mengecewakannya lagi. Apa benar kata orang ini risikonya? Padahal parasutnya sudah terkembang, tapi saat jatuh tetap terasa sakitnya. Antisipasi ini sudah ditelaah sebelumnya, tapi lagi lagi tetap sakit yang terasa. Kata orang jika benar rasa itu terasa, dengan siapapun rasa itu tertuju dan ketika rasa itu menemukan rasanya dengan yang lain, harusnya sakit tidak terasa, tapi ini.. Akh sulitnya menerjemahkannya!

Cinta dapat menemukan cintanya dimanapun cinta berada. Tapi cinta tidak melihat cinta ini. Kata orang cinta yang sebenarnya adalah cinta yang tak terungkap. Apa iya? Tersamarkan memang. Bukan tidak berani. Bukan tidak ingin. Tapi lihatlah tembok itu begitu tinggi. Bukan tembok bata yang dapat dihancurkan dengan godam besar. Bukan tidak bisa dilewati, hanya saja tingginya tidak berujung. Limited Unlimited-feeling.

Biar cinta merasakan cintanya, dan suatu saat cinta akan pergi bersama cintanya. Bukan cinta-ku, tapi dengan cintanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s