Tawangmangu’s Trip

Heyhoo pagii.. Meregangkan badan-badan yang capek. Hey kemarin saya berjalan-jalan menyebrangi kota seberang Jogja, yakni Solo. Saya dan teman saya, Wisnu, ingin berkunjung ke Tawangmangu. Disana ada beberapa tempat wisata, tapi yang ingin kami kunjungi adalah Grojogan Sewu’s Waterfall, yaaiiiy!!

Perjalanan kami dimulai Jum’at pagi sekitar jam 7 kami capcus dari Jogja naik motor. Perjalanan kesana harus melawan bus-bus dan mobil-mobil pribadi yang se-enak udel’e dewek, ngebut sana-sini yang mungkin bisa ngebahayain pengguna jalan lain bahkan diri mereka sendiri *sigh* Cuaca cerah sekali selama perjalanan menuju kesana. Masuk kota Solo yang tertib dan tata kotanya bagus menurut saya (selain Jogja). Sampai di Solo kami belum menemukan marka jalan yang menunjukkan ke arah Tawangmangu, bertanya pun jadi siasat utama. AHA, dari hasil bertanya tukang parkir yang baik hati kami tau jalan menuju Karanganyar tempat dimana Tawangmangu berada. Jalanannya luruuuusss aja.

Dari Solo ke Karanganyar kurang lebih memakan perjalanan 1-2 jam (kalo ga salah :p). Masuk Kabupaten Karanganyar, jalan masih oke. Sesampainya di marka selanjutnya yang menunjukkan Tawangmangu berada, jalanan sudah mulai naik dan berkelok-kelok. Sepanjang jalan kami juga melihat banyak kendaraan pribadi yang hendak menuju kesana. Di tengah jalan yang berkelok dan menanjak, saya komat-kamit baca doa, ya jalanannya sih ga gitu serem-serem banget sih tapi kan berdoa biar selamat sampai sana gapapa kan? 🙂

Udara sejuk mulai terasa, pemandangan indah di kiri kanan jalan menyapu semua capek yang ada, dan sampai lah kami di Tawangmanguuuuu!! Ternyata untuk mencapai air terjunnya kami harus menaiki entah ada berapa anak tangga, pokoknya tinggi dan ngos-ngosan deh.. Sampai diatas ternyata banyak orang jualan sate kelinci, tapi saya sih ga nyoba, kan ceritanya kami backpack (tapi alesan tepatnya, itu makanan ga lazim buat saya *nyengir*). Pengunjungnya ternyata banyak juga, karena memang tepat hari libur long weekend. Tapi tidak terlalu banyak jadi ga gitu terganggu, terhapus dengan keindahan dan ketinggian Grojogan Sewu. Cipratan airnya bikin baju, tas, jaket, celana basaahh.. Tapi seger. Seperti ritual berkunjung ke tempat-tempat wisata, kami poto-poto donk pastinyaaa, hehee. Oia disana juga merupakan habitatnya monyet lhooo.. Banyak monyet disitu tapi mereka ga nakaall 😀

Karena lumayan capek di perjalanan, kami cukup lama di sana. Leyeh-leyeh dulu sambil makan minum bekal yang dibawa dari Jogja. Sumpah udara sejuk banget. Oia lupa harga tiketnya Rp 6000 buat masuk ke Grojogan Sewu. Buat yang hobi photography banyak view yang bagus dan hijau juga disana.. Ga nyesel deh 🙂

(Gambar Atas) Partner in crime, teman saya, Wisnu

(Gambar Atas) Ini tangga yang harus dinaikin sampaaiii ke atas *hosh hosh*

(Gambar Atas) Suguhan pemandangan pertama sebelum naik tangga

(Gambar Atas) hihiii sepanjang perjalanan ga capek poto-poto

(Gambar Atas) Poto-poto lagi sepanjang jalan 😀

(Gambar Atas) Here it is Grojogan Sewu’s Waterfall

(Gambar Atas) Sampai di Grojogan Sewu

(Gambar Atas) Ternyata disana ada kolam renangnya juga lho, tapi gatau deh air panas bukan

(Gambar Atas) Si monyet penghuni habitat Grojogan Sewu

Selepas kami mau pulang, eehh ternyata tiba-tiba semua air dari langit turun alias hujan, deres pula –” akhirnya kami berteduh dulu di pondokan kecil bareng-bareng pengunjung yang lain. Cukup lama juga hujannya.. Pas hujan udah sedikit agak reda, kami turun ke bawah. Akhirnya kami turun pulang dengan hati-hati dan memakai jas hujan. Hari itu langit lagi labil, bisa sepanjang perjalanan hujan intensitas sedang, bisa sepanjang jalan cerah tapi sampai daerah mana hujan lagi. Niat ingin jalan-jalan di kota Solo pun diurungkan karena hujan deras disana, membuat mobilitas terbatas dan malas. Akhirnya kami memutuskan pulang ke Jogja.. Benar-benar seharian itu kami diikuti awan cumulus nimbus, hujan sepanjang jalan dan basah kuyup *brrr*. Tapi mendekati Jogja hujan berhenti, dan pas senja belum berakhir jadi bisa menikmati senja sore itu, wwaaww baguuss 😀

Sepanjang perjalanan naik motor kami hanya sekitar 2x isi bensin. Ternyata kalo naik motor itu jauh lebih irit ya, tapi capek juga. Tapi inti dari semua itu adalah menyenangkannn..! Inginnya sih selanjutnya ke pantai, tapi ini sedang menunggu merapatkan barisan teman-teman SMA 🙂

Nice trip to Tawangmangu biarpun selepasnya badan capek dan kepala pusing.. 😀 Untung sekarang sabtu jadi bisa dipake untuk istirahattt..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s