#Dearyou

Sepotong sapa, mengunci lidah kelu berkata, ada binar bahagia malu-malu tapi nyata.

Aku ingin menyamarkan jarak menuai asa tapi tidak memaksa. Saat kamu tidak menginginkannya, maka aku akan pergi. Rasa itu tidak boleh sepihak dan tidak boleh memaksa. Walau rasa itu besar tapi jika hanya aku yang rasa lalu untuk apa?  Aku ingin mencoba menyentuh hatimu dengan caraku tapi waktu tahu aku tak mampu. Aku ingin waktu membantu mengungkap pilu menahan rindu, untuk kamu.

Aku bukan pemaksa, aku hanya seorang pemalu. Mengungkap rasa dengan metaphora. Jika Tuhan mengijinkan kamu mempunyai rasa yang sama denganku, aku tidak ingin lagi berkata tersirat, sungguh. Tapi itu JIKA #dearyou, bisakah?

I wish that I don’t have eyes so I won’t see you liking someone else, don’t have ears so I won’t hear you screaming someone else’s name.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s