Sedikit Renungan Perjalanan

Pernah terpikir ga ketika ingin mengatakan/menulis sesuatu dan kemudian berpikir jika dengan mengatakan/menulis sesuatu tersebut akan ada orang yang nantinya tersinggung atau merasa tersindir? Bukan hanya tersinggung atau tersindir tapi juga terkadang dikira memojokkan, merasa paling benar dan meng-impress orang lain. Padahal ketika mengatakan/menulis hal tersebut tak ada niat sama sekali untuk memojokkan, merasa paling benar, menyindir, bahkan meng-impress orang lain.  Orang bilang jangan lah berbohong, katakan jika memang ingin dikatakan, nah lalu jika dalam keadaan seperti itu bagaimana? Ada yang merasa ragu karna takut menyakiti perasaan orang, ada pula yang akh go ahead aja sembari berdoa semoga gada yang merasa seperti itu (tapi faktanya mungkin secara tidak ditunjukkan ada yang merasa tersinggung, terpojokkan, tersindir), sekalipun tidak ada niat sama sekali untuk menyinggung, memojokkan, menyindir, bahkan meng-impress. Lalu pertanyaannya adalah, apakah orang yang menjudge seperti itu (menjudge: orang yang mengatakan/menulis sesuatu itu telah memojokkan, menyindir, menyinggung, bahkan meng-impress dirinya) adalah orang yang berpikiran sempit? Lalu orang yang mengatakan/menuliskan itu adalah orang yang jujur? Bagaimana jika ingin dikatakan tapi banyak pertimbangan ini dan itu (seperti diatas) ketika di satu sisi ingin benar-benar mengatakan/menulis sesuatu yang dirasakan? Menurut saya, kembali kepada hak. Setiap orang memiliki haknya masing-masing untuk mengatakan/menulis apa yang dirasa, dan hak orang lain juga untuk menjudgenya bagaimana. Selama hati sendiri berkata, lakukanlah jika menurutmu itu benar. Tapi tidak lupa juga dengan tetap melihat dan memposisikan diri sebagai orang lain, betapa tidak enaknya apabila kita disindir, dipojokkan, dan disinggung oleh orang lain. Coba sekali-sekali melihat perasaan orang lain, hanya sekaliiii saja tapi mungkin itu bisa menyelamatkan dari tindakan menyinggung, menyindir, dan memojokkan orang lain. Jika untuk urusan meng-impress, kembali lagi pada hak orang tersebut yang menilai, biar hanya kita dan Tuhan yang tahu jika sebenarnya tak ada niat untuk melakukan itu. Bijaklah dalam berkata-kata, dari kata-kata semua bisa terjadi: pertemanan, permusuhan, bahkan cinta.

Advertisements

One thought on “Sedikit Renungan Perjalanan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s