Aku Bukan Superman!

Aku ini bukan superman! Rasanya ingin sekali itu bukan hanya teriakan dari dalam, ingin sekali aku keluarkan. Superman bisa menahan beban seberapa berat pun itu, tapi aku tidak.

Tuhan, bukan aku bosan bahkan bukan aku ingin mengeluh. Tapi Tuhan bisakah paling tidak Engkau mengirimkan ‘seseorang’ yang bisa benar-benar membuatku nyaman untuk bercerita dan dapat memberi saran yang menenangkan? Ya, aku tahu aku bisa bercerita jauh lebih banyak kepada-Mu bahkan yang tidak aku ceritakan Engkau pun pasti tahu Tuhan.. Tapi paling tidak aku butuh sosok nyata yang bisa membantuku mengurangi sedikit beban ini. Seseorang yang tanpa harus aku beri tahu jika aku sedang sedih, seseorang yang peka, seseorang yang ketika aku bercerita dengannya aku bisa benar-benar mengeluarkan semua apa yang sedang aku pikirkan-rasakan-bahkan sedang aku senang/sedihkan. Seperti Engkau tahu Tuhan, aku adalah orang yang introvert, tapi bukan berarti aku tidak mau menceritakan semua yang aku rasakan. Kata mereka aku juga orang yang pandai menyembunyikan rasa  (suka dengan seseorang bahkan rasa sedih), tapi Engkau pasti tahu itu bukanlah hal mudah bagiku. Ingin rasanya aku bagi dan bercerita, tapi aku bahkan belum menemukan orang yang seperti itu. Ada seseorang temanku Tuhan, teman kosku yang dulu, tapi kini dia telah menikah jadi aku tidak bisa dengan leluasa ingin sekedar bercerita dengannya. Padahal menurutku dia itu orang yang ketika aku cerita dengannya aku bisa tidak sungkan untuk bercerita. Maaf Tuhan ini bukan berarti aku meremehkan bahkan menyepelekan sahabat-sahabatku. Kawan, jika baca tulisan ini tolong jangan tersinggung. Bukan aku tidak ingin berbagi dengan kalian, tapi aku berpikir untuk hal sedih rasanya aku tidak ingin membaginya dengan kalian, karna aku tidak mau menambah beban kalian, aku hanya ingin membagi gembiraku saja. Tolong jangan marah bahkan tersinggung, aku mohon yaa.. Tuhan, aku tahu semua yang Engkau beri dan yang ku sebut ‘beban’ ini adalah ujian dari-Mu untukku. Kata orang jika mendapat ujian dari-Mu maka itu tandanya Engkau sayang pada hamba-Mu. Ya aku percaya itu Tuhan, maka dari itu tolong lah beri aku banyak kesabaran bahkan ketika aku ada pada titik terlemahku, yakinkan aku jika aku bisa dan mampu menyelesaikan ujian-Mu, tetaplah berada disisi ku Tuhan. Dan Tuhan tolong aku meminta dan memohon kepada-Mu dengan segala kerendahan hatiku, pertimbangkanlah permintaanku untuk bisa bertemu dengan ‘seseorang’ itu.

Dan hanya kepada Tuhanmu lah hendaknya engkau berharap (94:8)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s