Lewat Kata Samarkan Rasa

Pada kata ku samarkan rasa. Pada kata ku sembunyikan duka. Ada dia  di hatinya yang ku tahu itu siapa. Coba sembunyikan duka dengan kata, walau akhirnya ku tahu aku terluka. Kataku ‘semoga dia bisa menemanimu’, walau inginnya itu aku. Berpura-pura berkata ‘ciee’, walau hati meringis karna luka. Bukan aku tak ingin utarakan rasa dengan kata, aku takut jika rasa terungkap kata, tak ada lagi sapa. Aku takut jika rasa terungkap kata, yang ada hanya jarak dan bukan kau yang biasa. Ku pendam rasa walau itu susah. Entah kapan kata bisa mengungkap rasa, tidak bisa bukan berarti tidak ingin mengatakan rasa lewat kata. Ingin, sangat ingin. Lantas bertanya, adakah jaminan jika rasa terungkap lewat kata, tidak akan ada jarak, tidak akan memperpendek katamu, dan kamu tidak berubah? I wish that I don’t have eyes so I won’t see you liking someone else, don’t have ears so I won’t hear you screaming someone else’s name.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s