Tetap Ada

Sepanjang hari aku ingat dengannya.
Tidak peduli waktunya kapan,
detik ke-16, menit ke-36, atau 24 jam berikutnya.
Bahkan saat waktu aku diamkan,
dia tetap saja ada.
Bahkan sempat aku kesal karena sesuatu,
dia tetap ada.
Dia seperti berdiam di sisi lain pikiran.
Lalu apa itu?
Rindu kembali datang.
Rindu yang jika terucap takkan ada balasan sahutan.
Ku tuliskan saja dalam kertas maya.
Entah dia tahu atau tidak.

Entahlah *akh

Saya tidak sedang mengeluh, hanya saja saya sedang merasakan ‘tidak tahu’. Entah pikiran saya memikirkan apa. Saya bingung harus ceritanya gimana. 2 sisi berkebalikan sedang beradu didalam, antara keharusan optimis dan kesadaran kalau tidak boleh pesimis. Apa bedanya? Buat saya itu beda. Bukannya saya gak percaya kekuatan doa+usaha, bukan (itu kesadaran tidak boleh pesimis). Tapi sungguh entahlah, rasanya campur aduk, mau menceritakannya saja susah. Saya sudah bilang ke orangtua, tertutama ke Ibu saya. Awalnya saya ragu untuk bilang, saya takut beliau gak ikhlas, tapi bukan jawaban ya atau tidak yang keluar dari mulut beliau. Saya takut mengecewakan beliau (lagi), saya sangat takut. Keinginan saya untuk bilang dan bercerita bukan maksud ingin mengecilkan hatinya tapi saya ingin bercerita sebenarnya bahwa keadaannya seperti ini, saya hanya ingin beliau ikhlas dan tidak ada yang ditutupi dari beliau-beliau. Beliau hanya berkata — “yasudah usaha dulu saja, adek pasti bisa. terkejar syukur Alhamdulillah.” Beliau gak mengatakan hal selanjutnya, mungkin maksudnya tidak ingin mengecilkan hati anaknya ini. Untuk sedih pun saya terlalu dingin, untuk gelisah ya jujur saya gelisah, untuk kecewa rasanya saya sudah tidak punya muka — malu, tapi sisi saya yang lain berkata dan sadar kalau saya tidak boleh pesimis. Bukan menolak sugesti itu, hanya saja pikiran saya saat ini hanya mampu berkata — entahlah. Yang saya butuhkan sekarang ini simple, sebuah motivasi dan keyakinan diri. Allah bantu hamba….

Apa Yang Sedang Dipikirkan?

Apa yang sedang kamu pikirkan? Apa yang sedang aku pikirkan? Ada yang mengganggu dipikiran dikala sedang butuh istirahat lahir dan batin (aku). Takut akan sesuatu, itu harus ku katakan dan ku bicarakan pada orang tuaku. Tapi kalo kamu, apa yang sedang kamu pikirkan? #DearYou kah? Akh aku tak peduli apa pun itu andai aku bisa membantumu meringankannya barang sedikit saja karna aku tidak mau melihatmu ‘:(‘ atau terlihat gelisah. Sayangnya kamu belum bisa membaginya bersamaku, gapapa, yang pasti aku akan slalu memberi semangat dan slalu ada. Lepaskan pikiran itu sejenak pada laut dan sejuta keindahan lainnya disana. Aku juga sedang coba men-sugesti diri untuk berkata: I am FINE!!
Sleep well.

Terimakasih

Hai halo..
Day #3 dengan Varicella Zoster, masih dengan bintik-bintik. Tapi di hari ini udah mulai bosen dan malas minum obat 😦 Dan saya ketika ngetik ini pun belum sarapan, padahal obatnya harus diminum.. Aaaarrggh! Hari ini saya mau menuju daerah Pingit, boleh kan ya keluar-keluar gitu? Ini urgent H-2minggu soalnya, hiks. Akh kalo pun belum boleh saya tetap harus keluar, mudah-mudahan gada apa-apa, aamiin!!
Btw semalam makasih yaa buat ucapan ‘cepat sembuh’nya, makasih sudah menyempatkan waktu mengobrol sebentar ditengah kesibukan kamu disebrang.. Hv a good time in there, jaga kesehatan juga jangan lupa yaa 🙂

Varicella Zoster Day #2

Hai halo..

Hari kedua dengan Virus Varicella Zoster, semalam benar-benar tidak bisa tidur sebentar-sebentar bangun, garuk-garuk, kepala pusing, benar-benar gak nyaman.. 😦 Tapi apa daya ini harus dilewati. Ketika semangat sedang ditata setelah kemarin bermain-main, eeh malah dikasih sakit dulu.. Mungkin diingetin buat lebih menghargai istirahat. Ya Allah paling tidak sembuhkanlah hamba segera, banyak yang harus hamba kerjakan dengan berlari… Tolooongg….