Keluarnya Kupu-Kupu (baca: Nyatakan)

X      : PING!

You   : Hey kenapa?

X     : Kamu lagi apa?

You     : Ini masih coba ngedit beberapa kerjaanku. Kamu lagi dimana?

X     : Ini aku udah dikosan. Aku mau cerita sama kamu..

You     : Aku telfon yaa..

X     : Gak usah
Aku lagi gak pengen di telfon dulu
Aku ceritanya via bbm aja yaa..

You     : Tapi kamu bener gapapa kan?

X     : Iya aku gapapa..

You     : Yaudah..
Kamu mau cerita apa?

X     : Siang tadi aku nge-date sama (sensor)
Aku gatau itu bisa dibilang sebuah ‘date’ ataukah bukan..
Secara kamu tahu kan kalo aku sama dia bukan sepasang kekasih..

You      : Ya.. Lalu?

X     : Seperti biasa dia selalu bisa bikin aku kagum sama dia
Aku sadar betul kalo aku suka dia, dan aku tahu dia suka aku, hanya saja..

You     : Hanya kenapa?

X     : Dulu aku pernah sempat mau ngelupain dia,
karna dia sendiri kadang ngilang lalu tiba-tiba muncul, seperti mainin perasaan aku..
Tapi ternyata di tengah kemenghilangan dia, dia sedang coba menepikan rasanya padaku
Dia sih bilangnya gitu
Tapi kayany sih iya deh
Secara dia tuh bukan cowok yang suka mainin cewek
*semoga itu benar adanya Tuhan.. hehe
Lalu saat ini, dia datang lagi
Dia menawarkan keberadaan yang selalu ada untukku.
Dia gak pernah absen menelfon, BBM aku, bertukar pikiran denganku, bahkan dia gak ragu untuk bilang kangen sama aku

Yang aku anehkan adalah,
dia bilang dia nyaman denganku tapi dia tidak bisa berkomitmen denganku.
Dia bilang “I don’t do commitment”.
Itu rasanya antara sedih, kecewa, pasrah, dll deh..

You     : *menyimak*

X     : Aku tahu dia tuh bukan takut berkomitmen.
Dia juga bukan pria jahat yang suka mainin cewek2 gitu
Mungkin akunya aja ya harus sabar..
Sampai sekarang pun kami masih dekat, aku nyaman dekat dia.
Mungkin aku harus bersabar dan berdoa kali ya kalo memang dia jodohku juga kan gak kemana..
Menurut kamu gimana? Kasih aku saran donk.. Atau paling gak kamu hibur aku.. hehe

………..

Ku baca ulang lagi BBM dari kamu. Aku melihat seperti bukan aku ketika aku memberikan wejangan dan saran untuk kamu. Aku berkata sebaliknya. Aku tidak bisa bilang, “Hei bisakah kamu hentikan setiap cerita tentang dia!!”. Bukan aku tidak suka, hanya saja ada yang sesak disini. Aku tahu sejak awal kamu menempatkanku hanya sebagai teman. Teman yang selalu ada untuk kamu kapan pun itu. Aku mencoba memberikan saran setiap kamu bercerita tentangnya, mencoba menjadi pendengar yang baik. Sayangnya di saat itu juga, disaat yang bersamaan aku menjadi aktor yang hebat. Jika aku masuk nominasi Oscar mungkin aku menang lewat kategori “AKTOR PENYIMPAN PERASAAN TERBAIK”, hahaa *tertawa getir* Buatku, kali ini batas amanku untuk tetap tahu kabarmu, tahu apa yang kamu rasa, tahu setiap suka dan dukamu yakni dengan menjadi temanmu. Ya, hanya label “teman” yang ada padaku. Dan aku tak pernah menyesalinya asalkan bisa dekat denganmu dan slalu ada untuk kamu kapan pun. Tapi tidak menutup kemungkinan suatu saat aku menyatakan apa yang ku rasa untuk kamu. Dan entah itu kapan..

***

Email yang aku tunggu datang juga. Aku membukanya dengan ucapan Bismillah dalam hati. Email yang sudah aku tunggu sejak 2 bulan lalu. Email ini bisa membuatku menginjakkan kaki pertama kalinya di benua itu. Dan benar saja isinya membuat hatiku membuncah! Yap, aku lolos untuk melanjutkan studiku di Belanda! Yap Belanda, tempat dimana aku sangat ingin kesana. Seakan gak percaya ku baca pelan-pelan isi email itu, semoga aku tidak salah mengartikan setiap kata dalam bahasa Inggris itu (dan tentunya berharap itu bukan mimpi). Selang beberapa menit, rasanya aku ingin membagi bahagiaku itu dengan kamu. Hanya saja ku pikir tidak usah, aku ingin memberitahunya langsung tapi tidak sekarang.

***

Sehari menuju keberangkatanku aku BBM kamu:

You        : Hey.. Kamu ada waktu gak malam ini?
Mau traktir kamu nih..
Jarang-jarang kan aku traktir..
hehe
😀

X        : Wiihh.. Ada apa nih?
Kamu lagi gak “sakit” kan?
hahaa

You        : -_______-”
Mau gak niiihh???

X        : Hahaa
Mau doonkk..
Jam berapa?
Dimana?

You        : Jam 7 yaa..
Masalah tempat mah gampang..
Nanti aku jemput kamu yaa
Eh jemputnya di kantor atau di kos?

X        : Di kos aja
Aku pulang cepet kayanya ini

You        : Oke
Dandan maksimal yaa
Malam spesial lho ini
Siapa tahu malam terakhir kamu lihat aku
🙂

X        : Eh maksudnya?
Kok kamu ngomongnya gitu?

***

“Kamu kok ngomongnya gitu sih tadi pas BBM aku? Bikin kesel tau gak! Mana gak dibales!”

(ketawa) “Ya kan siapa tahu.. Udah akh jangan ngambek gitu.. Aku mau malam ini semua bahagia, dan spesial buat aku, oke?!”

— Di Restoran:

“Kamu kenapa jadi misterius gini sih?”

“Besok aku udah harus pergi”

“Pergi kemana??”

“Sebenernya.. Aku lolos beasiswa. Aku dikasih kesempatan untuk ngelanjutin studi ku di Belanda.”

“Kok kamu baru ngasih tahu aku sekarang sih?! Jahat ikh!! Eh btw selamat yaaa.. Itu kan yang kamu mau.. Tapi kamu jahat aku baru dikasih tahu hari ini, sedangkan besok kamu berangkat.. Jadi kan aku gak bisa ngasih kamu apa-apa..”

(senyum) “Iya Alhamdulillah.. Kamu ngasih aku kok, ya makan malam ini. Tapi ada yang kamu gak tahu. Di saat aku meng-apply beasiswa itu, aku janji sama diriku sendiri kalau suatu saat aku harus jujur sama diriku dan sama…. kamu.”

“Hah? Jujur sama aku?”

“Ada yang mau aku kasih ke kamu..” (mengeluarkan sesuatu dari dalam tas)

“Aku mau kamu baca buku biru ini dari halaman pertama sampai terakhir. Kamu jangan cepat men-judge aku ketika kamu belum baca keseluruhan yaa.. Aku gak pengen kamu paham setengah-setengah. Aku pengen kamu ngerti sepenuhnya. Setelah itu kamu boleh bertanya sama aku, atau bahkan gak tanya pun gapapa..”
“Tapi bacanya nanti aja saat kamu sampai dikosan yaa..”

Kamu mengambil buku biru itu.

“Aku suka sama kamu…”, kataku.

***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s