Jangan Katakan Itu, Jika….

Dibalik kesenangan saya bersama teman-teman weekend kemarin, gak bohong juga kalo saya memikirkan seseorang. Yap dia yang sedang saya rindukan. Beberapa hari kemarin saya jarang menyapanya, karna takut mengganggu kesibukannya (lihat dari BBM terakhir kami, nampaknya dia tidak ingin terlibat pembicaraan panjang dengan saya). Makanya beberapa hari kemarin saya gak menyapanya, padahal sangat ingin karna kangen 😥 Sampai pada Sabtu malam tadi saya memberanikan diri menyapanya, saya katakan saya iri dengan dia yang akan melakukan work-trip ke suatu tempat yang sudah sangat terkenal akan keindahan alamnya terutama pantainya.. Saya hanya mengatakan itu. Lalu ajaib, dia membalas! Betapa senangnya saya.. Dia menanyakan kabar saya, dan dia bilang dia belum tidur dan mengantuk. Padahal saat itu saya ingin mengobrol dengannya. Asumsi saya jika dia membalas apalagi pada saat malam hari berarti paling tidak ada sedikit waktu senggangnya sehingga saya bisa mengobrol dengannya. Tapi ‘D’ menjadi ‘R’ dia itu semalam lama.. Saya panggil namanya, lalu dia hanya menjawab ‘Yaaaa.. Ngantuk *kriyep2*’ karna saya tidak ingin mengganggu dia dan tidak ingin membuang kesempatan dia untuk bisa tidur (karna sebelumnya dia bilang belum tidur), maka saya bilang ‘Yaaaah.. Padahal pengen ngobrol. Aku kan yang kangen. Tapi yaudah deh kalo udah mau tidur, tidur duluan monggo..’ Dari semalam sampai jam segini (jam kamar menunjukkan pukul 17:05) tanda ‘D’ belum berubah jadi ‘R’ padahal dia udah mengganti DP BBM. Saya gak tahu apakah BBM saya ternyata sudah ‘R’ dan sedang eror karna yang muncul dilayar saya masih ‘D’, atau memang dia sengaja tidak membaca dan membiarkannya menjadi ‘D’ tanpa ada ‘R’ apalagi ‘writing message’. Saya gak tahu, dan sebenarnya saya sedih :”( Padahal saya cuma pengen ngobrol sama dia dan sebegitu susahnya kah untuk sekedar mengobrol? Tapi saya coba membuat diri mengerti untuk tidak kecewa dan sedih, tapi tetap saja terasa.. *sedih benerannn*

Sampai akhirnya saya putuskan untuk meng-‘end chat’ BBM saya ke dia itu, tidak ingin menunggu ‘D’ berubah jadi ‘R’ lalu berbalas ‘writing message’, tidak ingin menunggu ‘D’ berubah jadi ‘R’ tidak berbalas ‘writing message’. Karna apapun itu sebenarnya bikin saya kecewa. Saya coba menenangkan pikiran dan diri yang di dalam dan berkata “Sudah sepertinya dia tidak ingin mengobrol dengan kamu, tidak ingin terlibat pembicaraan dengan kamu karna dia sedang sibuk. Dan lagi kamu tidak dapat berkata: Hey bales BBMku donk — karna kamu memang bukan siapa-siapa dan tidak berhak untuk itu.” Mencoba menenangkan diri dengan kata-kata seperti itu, mencoba mengerti dia juga. Padahal sumpah kangen banget untuk sekedar mengobrol di BBM *HUWWWWWWAAAAAAAAAAA* Akh tapi jangan lemah gitu akh *sok kalem*

Sampai akhirnya saya berhipotesa, sudah beberapa kali saya bilang kangen ke dia tapi tidak pernah ada tanggapan dari rasa kangen itu. At least berbalas bercandaan atau apa, itu gak ada sama sekali. Gak jarang juga tidak berbalas sahutan dari sana. Sepertinya kalo kangen gak usah bilang aja kali yaaa? Tapi kan kangen.. Akh bullshit deh sama kangen!! *kesel sama diri sendiri* Yah tapi sudahlah saya harus coba untuk memengerti dia dan menenangkan saya juga untuk tidak terus bertanya ‘Kenapa’ karna itu sangat mematikan pikiran!!!!! Alihkan dan abaikan saja lah *mencoba*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s