Entahlah *akh

Saya tidak sedang mengeluh, hanya saja saya sedang merasakan ‘tidak tahu’. Entah pikiran saya memikirkan apa. Saya bingung harus ceritanya gimana. 2 sisi berkebalikan sedang beradu didalam, antara keharusan optimis dan kesadaran kalau tidak boleh pesimis. Apa bedanya? Buat saya itu beda. Bukannya saya gak percaya kekuatan doa+usaha, bukan (itu kesadaran tidak boleh pesimis). Tapi sungguh entahlah, rasanya campur aduk, mau menceritakannya saja susah. Saya sudah bilang ke orangtua, tertutama ke Ibu saya. Awalnya saya ragu untuk bilang, saya takut beliau gak ikhlas, tapi bukan jawaban ya atau tidak yang keluar dari mulut beliau. Saya takut mengecewakan beliau (lagi), saya sangat takut. Keinginan saya untuk bilang dan bercerita bukan maksud ingin mengecilkan hatinya tapi saya ingin bercerita sebenarnya bahwa keadaannya seperti ini, saya hanya ingin beliau ikhlas dan tidak ada yang ditutupi dari beliau-beliau. Beliau hanya berkata — “yasudah usaha dulu saja, adek pasti bisa. terkejar syukur Alhamdulillah.” Beliau gak mengatakan hal selanjutnya, mungkin maksudnya tidak ingin mengecilkan hati anaknya ini. Untuk sedih pun saya terlalu dingin, untuk gelisah ya jujur saya gelisah, untuk kecewa rasanya saya sudah tidak punya muka — malu, tapi sisi saya yang lain berkata dan sadar kalau saya tidak boleh pesimis. Bukan menolak sugesti itu, hanya saja pikiran saya saat ini hanya mampu berkata — entahlah. Yang saya butuhkan sekarang ini simple, sebuah motivasi dan keyakinan diri. Allah bantu hamba….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s