Tetap Ada

Sepanjang hari aku ingat dengannya.
Tidak peduli waktunya kapan,
detik ke-16, menit ke-36, atau 24 jam berikutnya.
Bahkan saat waktu aku diamkan,
dia tetap saja ada.
Bahkan sempat aku kesal karena sesuatu,
dia tetap ada.
Dia seperti berdiam di sisi lain pikiran.
Lalu apa itu?
Rindu kembali datang.
Rindu yang jika terucap takkan ada balasan sahutan.
Ku tuliskan saja dalam kertas maya.
Entah dia tahu atau tidak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s