Kehilangan

Samlekom!

Rindu tertaut pada kata, akhirnya. Tapi kata saat ini bukan ingin menyalurkan rindu, kata yang terangkai mencoba untuk menenangkan dan bersimpati. Mengerti betul rasa kehilangan, karna pernah di posisi itu. Sedih karna ditinggalkan dan sedih karna melihat Mamah menangis pilu karna kehilangan. Dua rasa yang menyayat hati saat itu. Mungkin itu yang sedang dirasa juga saat ini. Tidak peduli pelukan siapa yang diinginkan dan dibutuhkan saat ini, tapi yang pasti jika bisa ingin rasanya ada disana dan memeluk menenangkan. Kepergian menandakan bahwa di tempat ini bukan akhir dan tujuan hidup kekal, kehilangan jadi pelajaran bahwa saat masih ada berusahalah yang terbaik untuk menjaganya. Semoga semua baik-baik, dan segera membaik. Terkirim doa dari sini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s