Dear Mama

Ma..

Beberapa hari ini dada de rasanya sesak. Mata yang selalu mama banggakan selalu memerah tanpa merasakan sakit. Mama tahu sebabnya? De kasih tahu ya, ma. Dada de sesak karena de seringkali menahan tangis. Otak de rasanya penat dan lelah, ma, tapi de nggak bisa tidur cepat. Sekalinya tidur eh tahu-tahu alarm hape udah bunyi nyaring banget. Tapi mama jangan tanya kenapa de pengin nangis ya, ma. Karena jujur, de juga bingung gimana caranya ngasih tahu ke mama.

Ma..

Mama pernah ngerasa sesak karna ada hal yang tertahan untuk dikatakan? Mama pernah ngerasa sesak dan ingin berteriak sekeras-kerasnya tapi sayangnya itu cuma bisa dilakuin dalam hati (atau bahkan dalam hati pun terasa sesak untuk dilakukan)? De lagi ngerasain itu ma. Bukan tidak ada tempat untuk mengatakannya dan mengutarakannya ma. Mungkin de terlalu takut untuk mengatakannya, atau mungkin tidak ada yang mau mengerti ini. Ma, de penat, sesak rasanya. Mama pernah merasakan rindu yang membuat terasa sesak tapi gak bisa ngelakuin apa-apa? Mungkin de terlalu takut ma.. Mengatakan atau tidak mengatakan adalah hal yang harus dipertimbangkan, pertaruhannya adalah adanya jarak dan kehilangan. De takut akan itu ma.

Ma..

De mohon kali ini, tolong mama buka pintu telepati biar apa yang de mau sampaikan ke mama bisa sampai ke hati mama tanpa de harus cerita. De pengen dipeluk mama seperti dulu saat de masih kecil dan yakin bahwa mama selalu ada untuk de.

Advertisements

2 thoughts on “Dear Mama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s