Senja Ini

Di sini saya menyusuri jalan. Di atas roda bermesin yang berputar. Lalu di depan sana saya menatap garis langit yang sedang mengucapkan salam terakhir pada siang. Hujan turun di kota ini. Menghantarkan siang dengan sendu atau hanya sekedar memberi minum pada tanah. Sendu senja yang hampir habis dilahap malam.

Pikir ini tiba-tiba mengetuk perlahan. Menyeruakkan potongan demi potongan kenang. Potongan yang saya punguti satu-satu dan saya lesakkan dalam saku.

Sudah selesai, sudah selesai; berkali-kali saya gumamkan mantra itu. Menenangkan potongan yang saya letakkan dalam saku, dekat dengan detak yang kamu tak pernah tahu. Kenang tak pernah mati. Entah ilusi entah bukan. Saya tahu rasa saya tak pernah bohong.

Saya hanya tersenyum, tahu lengkung yang lebih indah tergambar di wajah kamu. Saya selalu mau kamu bahagia. Selalu. Sesederhana itu. Maaf, masih merindukanmu.

Bercerita — Coba Mengerti

“Kamu baik-baik aja kan?”

Dia diam. Dia temanku, baru saja patah hati. Patah hati dengan orang yang sama sekali aku gatau rimbanya. Dia hanya menyebut orang itu sebagai ‘diryu’, “sebut saja begitu” — katanya saat aku tanya siapa dia. Entah alasan apa dia memanggilnya seperti itu. Yang aku tahu temanku memang sudah jatuh hati pada ‘diryu’. Aku memang penasaran siapakah dia, siapakah yang sudah membuat temanku sangat jatuh hati, siapa pula dia yang sudah membuat temanku ini menjadi sedih begini. Ah andai aku tahu, aku pasti sudah menemui orang itu untuk memberi tahunya bahwa dia telah membuat seseorang menjadi seperti itu, jatuh bangun tapi tak pernah ingin memaksakan rasanya, ada orang yang darinya (dari ‘diryu’) dia jadi belajar memiliki rasa tanpa menangis (yang padahal aku tahu pasti hatinya pasti terluka, seperti saat ini). Sayangnya aku tak pernah tahu siapa orang itu. Ah tapi buatku, tidak penting siapa orangnya. Aku hanya ingin temanku bahagia, aku tahu pasti dia tahu harus apa. Yang ingin aku lakukan sekarang bukan mengorek lukanya, karna memang aku tahu persis bagaimana rasanya ‘sakit’. Aku tidak mau coba memaksakan bertanya siapa dia, aku akan selalu mendengarkan ceritamu teman, tiak akan memaksakan untuk bertanya: kalau begitu kenapa kamu menyukainya, menanyakan seberapa dalam lukanya, menyudutkannya dengan pertanyaan mengejek seputar patah hatinya. Aku tahu dia memang tidak setegar kelihatannya, aku tahu hatinya bukan benar-benar terbuat dari baja, aku hanya ingin mengerti dirinya. Aku paham, siapa coba yang ingin patah hati, siapa juga yang ingin merasakan ‘jatuh’nya saat memiliki rasa dengan orang lain, siapa sih yang ingin merasakan itu semua. Hari-hari ini aku tahu dia sedang membangun semangatnya dan meredam rasa sakit akibat patah hatinya itu, dan aku tidak mau mengecilkan hatinya. Aku hanya akan berkata — apa kamu baik-baik saja? jangan katakan baik, jika sebenarnya kamu tidak baik, katakan saja tidak dan setelahnya aku tidak akan menanyakan lebih lanjut sampai kamu mau cerita sendiri, tak apa jika aku tak diberitahu siapa orang itu, aku hanya ingin kamu tidak mencoba tegar dihadapanku, aku ingin kamu jujur walau hanya dengan mengatakan “tidak, aku tidak baik. aku sedih.”

***

“Kamu baik-baik aja kan?”

Dan dia hanya diam.

— Terimakasih untuk tidak mengorek perihnya dikala aku sedang membangun benteng pertahanan untuk belajar dan paham dari semua ini. Terimakasih kamu mau mengerti walau kamu tidak tahu pasti siapa dia.

***** end

Cerpen yang terinspirasi dari hari ini. Adakah yang seperti itu? Sayangnya ini hanya percakapan antara aku dan diri.

Lesson Learned — Be Wise, Me!

Untuk bisa menghargai bahagia kamu harus mengenal rasa sakit terlebih dahulu. Terkadang berbincang dan bertukar pikiran dengan orang lain itu perlu untuk bisa tahu bagaimana suatu hal di mata orang lain. Tapi saya memahami dan menyimpulkan, bahwa sesungguhnya sebanyak apapun diri meminta nasehat sebenarnya jawabannya adalah kembali kepada diri. Diri yang paling tahu tentang keadaan diri, jangan sampai orang menjudge diri begini dan begitu tanpa tahu banyak cerita yang ada. Hari ini saya belajar akan itu. Diri belajar bahwa sesungguhnya semua itu kembali kepada pikiran dan tindakan yang harus diambil oleh diri, karna memang sebenar-benarnya yang tahu akan diri adalah diri sendiri. Bukan lantas tidak menerima masukan atau nasehat yang ada, tapi itu semua akan jadi percuma jika diri tidak tahu mesti apa dan bagaimana. Agaknya ada beberapa kalimat hari ini yang membuat diri agak sedikit kesal, tapi hanya sedikit karna memang mungkin dia tidak tahu keadaannya seperti apa dan itu memang bukan salah dia sepenuhnya. Intinya diri tahu apa yang harus diri lakukan sebelum mendapat saran seperti yang dikatakan teman itu. Ah sudahlah lupakan saja kata-katanya walau agak membekas dalam hati, jika ada 1 hal yang membuat kesal pasti ada lebih dari 1 alasan untuk tidak kesal, jadi buat apa kesal hanya karna itu. Be wise ya diri, walaupun sesungguhnya musuh terbesar diri adalah diri sendiri tapi dibalik itu sebenarnya diri yang lebih mengetahui dirinya sendiri. Bijak-bijak lah diri. Semangat!

J.E.D.A

Saya hanya ingin bahagia dilagukan dengan syahdu. Tidak perlu ada gegap gempita. Hanya kicauan burung yang mengiringi dan lonceng yang gemerincing. Tak perlu balon warna-warni yang diserakkan ke langit biru. Cukup bahagia yang dirasakan di hati. Bahagia yang membuat penuh dengan sederhana. Saya tahu tidak ada yang sempurna. Tetapi saya sungguh tidak mengerti jika terlalu banyak tanya. Saya takut kamu terluka. Maaf, saya membunyikan jeda pada rentetan tawa. Saya hanya ingin kamu bahagia.

Somebody’s Me

You, do you remember me?
Like I remember you?
Do you spend your life
Going back in your mind to that time?

Cause I, I walk the streets alone
I hate being on my own
And everyone can see that I really fell
And I’m going through hell
Thinking about you with somebody else

Somebody wants you, somebody needs you
Somebody dreams about you every single night
Somebody can’t breathe, without you it’s lonely
Somebody hopes that one day you will see
That somebody’s me, that somebody’s me, yeah

How, how did we go wrong?
It was so good and now it’s gone
And I pray at night that our paths soon will cross
And what we hide isn’t lost
Cause you’re always right here in my thoughts

Somebody wants you, somebody needs you
Somebody dreams about you every single night
Somebody can’t breathe, without you it’s lonely
Somebody hopes that someday you will see
That somebody’s me, oh, yeah

You will always be in my life even if I’m not in your life
Cause you’re in my memory
You, will you remember me?
And before you set me free, oh, listen please

[chorus]

 

— Somebody’s me , Enrique Iglesias