Bercerita: Bertanya Pada Cinta

Bimasakti. Tempat aku dan kamu bertemu, mengikuti gravitasi. Suatu hari, di tanah yang baru aku kenal kamu menyapa.

“Siapa kamu?”, tanyaku

“Aku cinta”

“Bentukmu indah, apakah sebegitu indahnya kamu?”

“Kamu ingat, tak ada yang sempurna? Aku tercipta indah bagi mereka yang merengkuhku dengan sempurna, sebagian lagi ada yang mengatakan: cinta itu perih. Tapi ada yang bijak berkata: aku percaya cinta itu baik, cinta itu indah, sekalipun manisnya tak terengkuh sempurna. Kamu percaya mana?”

“Mmm.. Aku bingung.. Aku percaya kamu itu baik, dan kamu itu indah. Tapi bolehkah aku bertanya?”

“Silahkan”

“Aku takut menyebut ini kamu, karna hanya akan membuat harapan yang lebih dan mungkin saja sia-sia” — ku sodorkan sebuah wajah,
“Lantas jika aku merasakan kamu untuknya, apa kamu tetap tidak pernah salah? Orang bilang kalo kamu itu universal, bagaimana jika begini?”

Dia diam. Lalu kemudian berkata,
“Biar hati yang menjawab, carilah dia dalam diri. Jangan membohongi diri. Maafkan aku.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s