Tak Pernah Sungguh Tahu

Kamu tak pernah tahu bagaimana hari menyapa. Kamu juga tidak pernah tahu seperti apa orang yang menjejakkan kaki di hari. Terkadang mereka tersenyum sambil menyembunyikan belati. Terkadang mereka menusuk sambil menyembunyikan luka. Tak jarang pula mereka hanya menawarkan seulas senyuman yang tulus tanpa prasangka.

Tak pernah ada yang sungguh tahu apa yang ada di kedalaman hati. Hanya rahasia yang dibisikkan lirih di antara denyutan. Hanya bisikan yang didengar oleh telinga si empunya hati.

Mata pun katanya tak pernah berbohong. Tapi siapa sungguh mampu meraba kebohongan? Ketika terkadang mata yang ditatap hanya memancarkan kilatan tenang yang dalam tak terbaca.

Lagipula, katanya orang berubah. Siapa yang mampu membayarkan jaminan bahwa yang memancarkan senyum malaikat tidak akan menderaikan tawa iblis di satu waktu? Tak ada yang sungguh tahu. Karena bahkan malaikat pun bisa jatuh dan dibuang ke tempat yang terendah.

Lalu pada akhirnya hanya diri yang mampu dipercaya penuh. Karena manusia? Selalu punya cara untuk mengecewakan. Seperti diri ini pun punya cara untuk mengecewakan orang lain. Entah sengaja, entah tidak sengaja, entah luapan hati yang tak pernah terbersit di benak. Mungkin begitu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s