Lesson Learned — Be Wise, Me!

Untuk bisa menghargai bahagia kamu harus mengenal rasa sakit terlebih dahulu. Terkadang berbincang dan bertukar pikiran dengan orang lain itu perlu untuk bisa tahu bagaimana suatu hal di mata orang lain. Tapi saya memahami dan menyimpulkan, bahwa sesungguhnya sebanyak apapun diri meminta nasehat sebenarnya jawabannya adalah kembali kepada diri. Diri yang paling tahu tentang keadaan diri, jangan sampai orang menjudge diri begini dan begitu tanpa tahu banyak cerita yang ada. Hari ini saya belajar akan itu. Diri belajar bahwa sesungguhnya semua itu kembali kepada pikiran dan tindakan yang harus diambil oleh diri, karna memang sebenar-benarnya yang tahu akan diri adalah diri sendiri. Bukan lantas tidak menerima masukan atau nasehat yang ada, tapi itu semua akan jadi percuma jika diri tidak tahu mesti apa dan bagaimana. Agaknya ada beberapa kalimat hari ini yang membuat diri agak sedikit kesal, tapi hanya sedikit karna memang mungkin dia tidak tahu keadaannya seperti apa dan itu memang bukan salah dia sepenuhnya. Intinya diri tahu apa yang harus diri lakukan sebelum mendapat saran seperti yang dikatakan teman itu. Ah sudahlah lupakan saja kata-katanya walau agak membekas dalam hati, jika ada 1 hal yang membuat kesal pasti ada lebih dari 1 alasan untuk tidak kesal, jadi buat apa kesal hanya karna itu. Be wise ya diri, walaupun sesungguhnya musuh terbesar diri adalah diri sendiri tapi dibalik itu sebenarnya diri yang lebih mengetahui dirinya sendiri. Bijak-bijak lah diri. Semangat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s