Senja Ini

Di sini saya menyusuri jalan. Di atas roda bermesin yang berputar. Lalu di depan sana saya menatap garis langit yang sedang mengucapkan salam terakhir pada siang. Hujan turun di kota ini. Menghantarkan siang dengan sendu atau hanya sekedar memberi minum pada tanah. Sendu senja yang hampir habis dilahap malam.

Pikir ini tiba-tiba mengetuk perlahan. Menyeruakkan potongan demi potongan kenang. Potongan yang saya punguti satu-satu dan saya lesakkan dalam saku.

Sudah selesai, sudah selesai; berkali-kali saya gumamkan mantra itu. Menenangkan potongan yang saya letakkan dalam saku, dekat dengan detak yang kamu tak pernah tahu. Kenang tak pernah mati. Entah ilusi entah bukan. Saya tahu rasa saya tak pernah bohong.

Saya hanya tersenyum, tahu lengkung yang lebih indah tergambar di wajah kamu. Saya selalu mau kamu bahagia. Selalu. Sesederhana itu. Maaf, masih merindukanmu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s