Sekelumit Masa

Aku berpikir,

kalau aku menulis setiap hari sebagai tanda rindu.

Akankah pada tulisan keseribu kamu akan mengucap cinta kepadaku?

Lalu aku tahu,

tawamu tak pernah jadi milikku

Maka aku terus menggurat,

tulisanku akan jadi jejak

Sekelumit masa,

saat rasa buncah di sekelilingku

Sampai nanti,

ada rasa yang menyapa lagi

yang pastinya tak sama

karna: Kamu. Cuma. Satu.

*Tak pernah pintar berkata-kata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s