Diam

Kadang diam itu lebih baik. Mungkin menyesakkan menyimpan sesuatu. Tetapi melontarkannya pun terkadang bukan pilihan. Jadi, diam saja. Simpan apa yang tak boleh terlontar. Mungkin kamu menyimpan amarah. Mungkin kamu menyimpan kecewa. Mungkin kamu menyimpan ketakutan. Bahkan mungkin juga kamu menyimpan bahagia. Sesak, menyimpan apa yang buncah dan memberontak ingin keluar. Tapi, bertahanlah. Uraikan setiap helai yang kamu rasa. Lalu simpanlah pada kotaknya. Terkadang begitu diam bercerita. Sederhana.

Lalu tidak perlu ada yang tahu, apa yang disimpan dan tidak diujar. Karena itu rahasia, yang terkadang kita pun tak mampu mengeja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s