Jangan Menyerah

Aku menjalin kata, namun tak juga lengkap sampai jadi kalimat. Aku menggores garis, namun tak juga lengkap jadi lingkar sempurna. Lalu aku meletakkan semua. Diam di sudut dan memejamkan mata.

“Jangan menyerah”. “Kamu bodoh”.

Dua bisikan menyapa benak. Bertanding. Selalu sama. Tapi dalam tenangnya malam, aku tersenyum. Tak boleh kalah, tidak pernah boleh kalah. Karena kaki harus dilangkahkan maju. Tidak ada jalan untuk turun apalagi berbalik. Tak peduli apa yang diucap orang, semestinya ukuran benar dan salah adalah mutlak. Tidak peduli bisik yang mengujar, hanya mencoba untuk meraihkan tangan pada apa yang di depan. Menangkupkan tangan dan memandang pada gantungan-gantungan doa di langit. Hanya doa dan ikhtiar yang tak boleh putus. Kamu, jangan kalah, apalagi menyerah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s