Kontemplasi Ulang Tahun Saya

Hitungan tahun bergulir lagi. Apa yang sudah berlalu? Apa yang sudah dijalani? Apa yang dipelajari? Sejauh apa kamu bertumbuh? Apa yang hilang? Apa yang kamu punya?

Kamu selalu boleh menjadi lebih pahit, asalkan kamu tahu menjaga hati. Kamu selalu boleh menunjukkan amarah, asalkan kamu mampu melepaskan maaf. Kamu boleh melakukan kesalahan, asalkan kamu tahu cara memperbaikinya. Tapi kamu tidak pernah boleh melukai. Karena luka akan selalu berbekas. Seperti luka-luka yang kamu punya, seharusnya kamu harus terus menjadi lebih baik untuk melindungi orang-orang yang penting untuk kamu dari semua itu.

Kamu tidak akan pernah sempurna. Karena kamu tahu, kamu tidak suka berusaha untuk hal-hal yang kamu tidak suka. Kamu tahu, kamu punya batas. Tapi tidak berarti menjadi alasan untuk kamu bermalas-malasan. Karena batas itu akan semakin tinggi setiap kali kamu mampu mendorongnya ke atas.

Terus menjadi lebih baik. Jangan menyerah. Tidak peduli apa yang kamu terima. Tidak peduli apa yang terjadi. Tidak peduli berapa kali kamu kecewa. Tidak peduli berapa kali kamu menyembunyikan air mata dan terluka. Jangan menyerah. Tertawalah, tersenyumlah ketika segalanya tidak seperti yang kamu mau. Maafkanlah. Berdamailah.

Kamu tahu, semakin kamu kuat melawan, pikiran itu akan semakin kuat meneror kamu. Semakin hebat kamu tenggelam dalam amarah dan kecewa, semakin hebat dia melawan kamu. Dan kamu? Kamu tidak pernah boleh menyerah. Kamu tidak boleh kalah. Karena kamu habis ketika kamu menyerah.

Itu pertandingan kamu dan dirimu yang tak pernah usai. Terimalah bahwa sehebat itu pikir itu berkutat di kepala kamu. Mungkin tidak akan ada yang mengerti. Mungkin akan banyak orang yang menghakimi dan menilai kamu dengan cara mereka. Mungkin kamu akan berkali-kali kecewa dan terluka karena salah dimengerti. Terimalah. Maafkanlah. Kamu bisa mencoba membuat mereka mengerti. Tapi jangan memaksa ketika mereka tidak mau mengerti. Terkadang bahasa kamu tidak bisa dimengerti. Seperti mereka mungkin merasa tidak dimengerti oleh kamu. Jadi, biarkanlah. Pilihlah yang benar, lakukanlah yang menurut kamu harus dilakukan.

Kamu akan berkali-kali gagal. Kamu akan berkali-kali kecewa. Kamu akan lebih banyak lagi tersakiti. Kamu akan lebih banyak lagi salah dimengerti. Kamu akan lebih banyak lagi merasa tertolak dan tidak diinginkan. Terimalah dan maafkanlah. Karena kamu tidak bisa membuat orang selalu mengerti apa yang kamu maksud. Lebih penting kamu mencoba mengerti lebih dahulu. Menerima bahwa bahasa kamu berbeda dengan mereka. Jadi, maafkanlah. Kamu harus selalu menjadi lebih baik.

Kamu tahu, umurmu bahkan belum seperempat abad. Kamu akan lebih banyak lagi mengalami hal-hal yang tidak kamu inginkan. Tapi semuanya akan membentuk kamu menjadi lebih kuat. Semuanya akan membuat kamu mampu menemukan titik seimbang pada akhirnya. Ketika kamu membiarkan diri kamu percaya dan membutuhkan orang lain. Ketika kamu melepaskan. Ketika kamu memilih berbalik dan tidak memberi kesempatan lagi. Kamu akan menemukan titik cukup kamu pada akhirnya. Bersabarlah dan teruslah belajar.

Karena mungkin begitu cara hidup mengajar kamu. Membentuk kamu dengan luka dan goresan agar kamu lebih kuat. Mengajar kamu dengan kecewa dan perasaan tertolak agar kamu belajar menerima bahwa tidak setiap harap terkabulkan. Mengajar kamu dengan amarah dan ingkar agar kamu belajar memaafkan. Lihatlah segalanya dengan sudut pandang yang berbeda-beda. Supaya kamu semakin kaya. Supaya kamu tidak membangun tembok yang semakin tinggi.

Kamu tahu, tidak semua orang layak dipercaya. Tapi yang kamu percaya pun akan mengecewakan kamu. Terimalah. Maafkanlah. Ketika mereka menuduh kamu, maafkanlah. Ketika kamu merasa tidak diinginkan, maafkanlah. Ketika kamu merasa dibohongi, tetaplah percaya. Karena kamu tidak pernah tahu apa yang mereka pikir. Karena kamu tidak pernah tahu apa yang di benak orang lain. Kamu hanya perlu percaya pada mereka yang layak dipercaya dan melepaskan ketika mereka tidak layak lagi. Lakukanlah yang benar.

Mungkin ada waktu nanti ketika kamu memiliki cara pandang yang baru. Ketika kamu membaca tulisan ini dan mengatakan bahwa apa yang kamu yakini hari ini tidak berlaku lagi. Semoga hari itu kamu sudah menemukan cara pandang yang lebih baik. Cara pandang yang lebih bijaksana dari hari ini. Cara yang tidak menyakiti diri kamu dan terlebih tidak menyakiti orang-orang yang penting untuk kamu. Karena hanya kamu yang sungguh tahu apa yang ada di dalam hati kamu. Jujurlah pada apa yang kamu percaya. Mungkin begitu. Karena ini aku, sebelahmu yang satu lagi. Bersama-sama mengucap doa untuk bertumbuh menjadi lebih baik lagi dalam masa mendatang. Kuatlah karena saya dan kamu akan saling menguatkan. Jangan menyerah karena saya belum ingin menyerah. Saya harap kamu juga. Selamat ulang tahun 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s