Bahagia. Sesederhana itu. Mungkin begitu.

Bahagia,
Ketika menyiapkan kado untuk kamu tanpa kamu tahu. Terbayang senyum dari sana.

Bahagia,
Saat bisa liburan bersama keluarga di Garut.

Bahagia,
Saat bersenda gurau bareng Mamah.

Bahagia,
Saat pertama ketemu kamu di Jogja.

Bahagia,
Saat 4 hari bersama kamu. 96 jam yang menyenangkan.

Bahagia,
Saat Papah sudah mulai mau tersenyum saat di foto.

Bahagia,
Saat si adek gak rewel dan seharian main bareng saya.

Bahagia,
Saat kamu bales mention.

Bahagia,
Saat kata memanjang dalam obrolan bbm kamu dan aku. Tidak obrolan satu arah.

Bahagia,
Saat kumpul bersama Wisnu, Agung, Iis, Epti.

Bahagia,
Saat bercanda bersama Agung dan Wisnu.

Bahagia,
Saat digrebek tiba-tiba di kos sama Eka dan Anin.

Bahagia,
Saat pergi ke muludan bareng Sheila, Puji, Rere, Ai, Mely, Muzda.

Bahagia,
Saat minum es teh dipinggir jembatan sore hari sambil liat senja.

Bahagia,
Banyak yang tak  tersebut satu-satu.

Bahagia,
Itu keluarga, teman kawan sahabat, dan kamu. Senyum.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s