Sederhana

Sederhana, bukan sesuatu yang berkilau-kilau. Bukan pula yang paling sempurna. Bukan sesuatu yang luar biasa mahal. Bukan pula barang yang menjadi idaman banyak orang. Sederhana, tidak selalu dipandang semua orang, tetapi selalu ada dalam pandangan. Sederhana, bukan sesuatu yang mahal, tapi tak bisa diukur dengan uang.

Setara dengan uang bernilai triliunan pun, akan ada orang yang akan mampu menggantikan. Setara dengan kemilau yang paling indah, akan ada kilau lain yang lebih menyilaukan. Setara dengan kriteria sempurna saat ini, akan ada yang tampak lebih sempurna lagi nantinya. Segalanya bergerak maju.

Sederhana, tidak berubah. Menceritakan tentang cukup dan syukur yang tak terputus. Sederhana bukan tentang kata-kata, tentang cukup yang dirasakan di dalam sana. Sederhana tidak memerlukan pernyataan luar biasa, tidak juga menuntut kepenuhan. Sederhana hanya seluas kata cukup.

Dan cukup? Mungkin hadiah yang tak bisa ditukar dengan apapun. Tidak bisa pula diukurkan dengan nilai uang berapapun. Karena sederhana tentang menghitung senyum dibandingkan air mata. Tentang menilaikan tawa dibandingkan tangis. Tentang mengalikan suka, dibandingkan duka. Sederhana, sempurna dalam ketidaksempurnaannya. Karena apalah cukup tanpa syukur yang terucap? Mungkin begitu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s