Anak Panah

Berlarilah selagi kamu bisa. Bersembunyilah selagi kamu mampu. Karena aku tak pandang bulu. Aku tak peduli kamu mau atau tidak. Aku tak peduli kamu mampu atau tidak. Aku ini buta, sesuka hati mengarahkan anak panah. Jadi kalau kamu tak mau, bersembunyilah. Karena kamu tak pernah tahu kapan anak panahku tertancap. Lalu kamu pasti tak mampu mengelak lagi ketika semuanya sudah terlambat. Kamu akan mati-matian menutup dan mengelak. Mengingkari buncah dan binar senyummu yang muncul tiba-tiba. Berlarilah selagi kamu bisa. Karena sekali kamu tertancap, bukan mustahil kamu bisa binasa. Karena aku ini buta, tak tahu ke mana mengarahkan anak panah. Aku tidak pernah berjanji menembakkan panah yang sama pada dua orang. Sungguh, kamu bisa terluka dan berdarah. Jadi, berlarilah jika kamu tidak mau.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s