Perbedaan yang Mewarnai

Katanya perbedaan itu ada untuk bisa saling mengisi dan mewarnai hidup.

Saya betahan di rumah, dia sukanya hang out. Saya sukanya kalau belanja hunting dulu sehari sebelum dan besoknya tinggal beli yang udah di incar kemarin, dia betahan melanglang dari toko satu ke toko lainnya. Saya terkadang malas menawar, dia akan terus menawar sampai dapat harga yang sesuai. Saya tidak berlesung, dia berlesung. Saya gak aktif di kampus, dia dikenal di kampus. Saya tidak suka asap rokok, dia termasuk salahsatu yang mengeluarkannya. Saya banyak belajar dari dia, dia yang memberi saya pengetahuan. Saya tidurnya tenang, dia tidurnya ga bisa diam. Saya tidak melupakan hal kecil tentangnya, dia melupakan hal kecil tentang saya. Saya bilang maaf, dia bilang sorry. Saya bilang terimakasih, dia bilang thanks. Saya mendengarkan, dia bercerita. Saya yang memfoto, dia yang jadi model. Saya kaku, dia gak dan punya banyak teman. Saya pemalu, dia gak. Kami sama-sama suka jalan-jalan. NAH yang ini, dari semuanya — saya yang sekarang sedang menulis beberapa hal tentang dia mungkin sedang menjadi orang yang sok tahu tentang dia, mohon dia memaafkan dan membenarkan yang salah jika dia membaca ini. Kami belum lama kenal. Kini dia sudah punya pacar. Patah hati? Pasti. Tapi kan luka saja ada obatnya, dan dia bahagia. Jadi semua baik-baik saja ketika saya berpikir dan men-sugestikan bahwa semua baik-baik saja.

Kamu dan dia, saling melengkapilah, saling mengertilah, saling membutuhkanlah. Berbahagialah. Doa kecil selalu dari sini untuk kamu.

Maaf masih merindukanmu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s