Aku Butuh, Tuhan

Aku tidak ingin menyerah, hanya saja mau kah Kau menghadirkan orang yang mau mengerti aku? Bukan orang yang ingin mendengar cerita ku karna sekedar ingin tahu, tapi mendengar karna mau dan berusaha mampu untuk mengerti. Tak perlu orang spesial, seorang teman yang mengerti diam ku yang berarti bahwa aku sedang ada yang dipikirkan, seorang teman yang peka tanpa harus aku mengeluh dahulu. Tapi aku tahu, setiap orang pasti lah sibuk dengan kesibukannya sendiri, bahkan mungkin aku juga begitu. Maka dari itu, terkadang diam lebih baik, hanya saja boleh kah aku meminta orang yang seperti yang ku butuhkan tadi, Tuhan? Aku benar membutuhkannya. Terkadang aku tidak sekuat Superman, bahkan seorang pahlawan pun bisa terluka. Mohon pertimbangan-Mu Tuhan untuk mengabulkan kebutuhanku.

Kesekian

Terkadang lelah. Tapi sebentuk fikiran di kepala berkata: jangan melemah, jangan menyerah, sudah jalani saja bersiap pula untuk ikhlas kan saja. Lalu seperti kehilangan kata, lelah pun tak tertulis dalam kertas maya. Kalau kata Irish-nya Goo Goo Dolls: And I give up forever to touch you.  Entah sudah yang keberapa, tapi selalu saja mengenyahkan itu dari sisi lain di kepala. Semua akan baik-baik saja — sebentuk fikiran di kepala. Ada beberapa hal yang tak lagi sama, meninggalkan kebiasaan agar tak menjadi candu, agar terbiasa menjadi biasa tapi tetap istimewa, di hati. Jalani saja, jadi baik saja, sudah jangan dipusingkan dengan fikiran aneh di kepala. Bahagia kan tetap dirasa dan terasa, sekecil apa pun di setiap hari yang ada.

Berbahagialah. Tak melihat ku pun tak apa. Berbahagialah, dengan siapa pun disana. Selalu. Sesederhana itu.

Apalah Ini…. (?.?)

History kita ngebentuk kita yang sekarang — waw kata-katanya super!! Yap, belajar itu gak cuma dari buku-buku sekolah, tapi ada yang lebih luas dari sekedar buku sekolah, namanya HIDUP. Banyak banget yang gada dalam buku tapi dialami dan kejadian di hidup. Kalo misal kita beli alat elektronik kan pasti ada buku panduannya, nah kalo hidup tuh sama sekali gada. Adanya juga bukan buku panduan, tapi pengalaman, pembelajaran. Dari situ, dari semua itu, orang menyusun kekuatannya masing-masing. Berubah bukan menjadi Superman atau Masked Rider, tapi berubah kuat sesuai dengan batasan kuatnya masing-masing. Atau.. dari situ semua bahkan ada yang menjadi lemah, lalu lama-lama memilih hal yang ‘menurut’ dia baik. Batasannya memang ada pada diri sendiri, begitu pun pilihannya.

Kalo saya…. ah sudahlah! Rumit! Tapi kalo ditembak masih bisa nembus kok pelurunya, hahaa. Paling tidak, saya masih belajar dari apa yang dihadapi, ya walopun kadang-kadang pusing, mumet cing! Walaupun lagi, ada sisi lain dari saya yang jadi lebih berpikir 2x untuk beberapa hal, konsekuensi atau trauma kah?

🙂

……

 

“Details In The Fabric”
(feat. James Morrison)

Calm down
Deep breaths
And get yourself dressed instead
Of running around
And pulling on your threads
And breaking yourself up

If it’s a broken part, replace it
If it’s a broken arm, then brace it
If it’s a broken heart, then face it

And hold your own
Know your name
And go your own way
Hold your own
Know your name
And go your own way

And everything will be fine

Hang on
Help is on the way
And stay strong
I’m doing everything

Hold your own
Know your name
And go your own way
Hold your own
Know your name
And go your own way

And everything, everything will be fine
Everything

Are the details in the fabric
Are the things that make you panic
Are your thoughts results of static cling?

Are the things that make you blow
Hell, no reason, go on and scream
If you’re shocked it’s just the fault
Of faulty manufacturing.

Everything will be fine
Everything in no time at all
Everything

Hold your own
And know your name
And go your own way

Are the details in the fabric (Hold your own, know your name)
Are the things that make you panic
Are your thoughts results of static cling? (Go your own way)

Are the details in the fabric (Hold your own, know your name)
Are the things that make you panic (Go your own way)
Is it Mother Nature’s sewing machine?

Are the things that make you blow (Hold your own, know your name)
Hell no reason go on and scream
If you’re shocked it’s just the fault (Go your own way)
Of faulty manufacturing

Everything will be fine
Everything in no time at all
Hearts will hold

Obrolan dengan Diri

Mau kah kamu melangkah pada fase berikutnya? YA, SANGAT MAU.

Tahu kah kamu untuk itu diperlukan sebuah usaha? IYA, SAYA TAHU.

Lantas, sudah kuat kah usaha yang kamu kerjakan? belum 😦

 

Bukan kah perjuangan dan usaha ini adalah sebagian cara untuk mencapai apa yang dicita dan dibutuhkan? Maka buatlah itu menjadi NYATA, bukan hanya mudah diucap lewat KATA. Bukan kah kamu punya kewajiban untuk berjuang dan berusaha mencapai setiap cita itu? Maka KERJAKANLAH, jangan hanya diucap lewat KATA. Ingatkah kamu dengan mereka yang tak pernah bosan berdoa? Mengucap nama kamu di setiap tengadahan tangan kepada-Nya, mengucap setiap baik untuk kamu untuk hidup kamu, maka BERUSAHALAH, BERTINDAKLAH, jangan hanya diucap lewat KATA. Jangan kecewakan mereka.

K.A.T.A

Kata. Tak pernah habis diujar dalam kertas maya. Cerita pada setiap detik yang terekam di kepala dituangkan di dalamnya. Tak jarang bercerita tentang senang, tentang kenang, tentang rasa, tentang diam yang tak bisa diucap lewat mulut yang ada.

Kata. Tak pernah bosan bersambungan membentuk sebuah sejarah. Si penulis yang tak pandai berbicara dan menegaskan makna, lalu dia pun bermain kata. Jemari tangan menuntun menghidupkan apa yang kadang tak dipunya, apa yang dirasa, dan apa yang terimajinasi di kepala.

Dalam kata ada:  rasa, suka duka, berlembar senyum, rentetan keluh, samaran makna, ketidakmampuan mengungkap apa yang ada, dan semua tentang cerita.

Terimakasih atas setiap deretan kata dari obrolan yang tercipta. Inspirasi atas deretan kata yang tertuang dalam kertas maya.

Catatan Hujan

Hujan masih juga belum mau berhenti, menyeruakkan bau tanah dan ujaran hati. Sementara di luar, titik hujan terus menyapa, mengetukkan nama yang sama berkali-kali di kaca jendela. Adakah rindu sampai pada tuannya? Karena kadang hanya ujaran yang terucap dalam larik-larik bisu. Isyarat yang dikirim dalam rupa sederhana. Lalu kamu, baik-baik di sana.