Dua Sisi

Laki-laki:

Diantara yang lain mungkin memang aku tidak setangguh mereka, tapi tahu kah kamu dan mau kah kamu yakin? Kalau apa pun judul kita, aku hanya ingin mencoba menjadi penghapus di setiap sedih yang kamu rasakan. Untuk menjadi pena yang menuliskan kebahagiaan di setiap lembar hidup kamu sungguh aku terlalu takut untuk berharap setinggi itu. Tapi aku ingin mencoba menjadi penghapus itu. Tahukah kamu, aku tak pernah peduli apakah kamu sudah atau belum memiliki seorang istimewa aku tidak ingin berubah, apa-apa yang aku lakukan karna memang aku ingin melakukannya. Menjaga hatimu pun begitu. Sayangnya, aku belum memiliki kesempatan untuk menjaganya. Maukah suatu hari kamu bertanya — apakah semua itu benar? Setiap deretan kata yang kamu tulis disini adalah untuk ku?

Dan ketika itu kamu tanyakan, aku akan jujur.

Perempuan:

Aku belum memiliki keberanian itu. Banyak hal yang untuk mengatakannya pun harus dipertimbangkan. Ini bukan tentang kita, ini tentang aku dan kamu. Aku yang berjanji pada diri suatu saat nanti akan ku katakan, apapun risikonya. Aku yang belum berani karna memang aku belum menjadi seseorang yang bahkan untuk diri ku sendiri saja belum mampu untuk bisa dibanggakan, apalagi untuk maju ke depanmu dan berkata semua yang dirasa. Aku terlalu “kecil” dibanding mereka yang mendekatimu. Kamu yang mungkin nantinya akan membuat keputusan, yang mungkin saja akan membuatku sedih. Tapi tolong, jangan mengambil jarak, jangan menghilang dari pandangan, jangan membenci dan yang utama jangan berpura-pura. Saat ini, berbahagialah. Aku juga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s