Sebut Saja Ini Rindu (Yang Kesekian)

Dulu, rindu datang, dan kutulis pada lembaran kertas maya. Entah mengapa terasa enggan untuk dikata. Karna takut tersahut bisu dari sana. Baik, katakan saja aku ini pengecut.

Dulu, saat rindu aku tulis pada lembaran kertas maya, terdengar kabar dari sana yang berkata: dia-nya telah melampaui batas nyata, dan hatinya telah ada yang punya. Saat itu terbentuk retakan pada hati. Tapi aku tak pantang untuk mengelemnya, satu demi satu. Kini, rindu datang lagi. Hanya ingin berucap: dari sini ada rindu yang kesekian, datang berkali-kali untuk orang yang sama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s