Cerita Perjalanan WBL, Lamongan

Salam cuaca mendung dari Jogja,

Apa kabar sodara-sodara yang ada disana? hehe. Btw saya kali ini mau share cerita traveling kemarin sama teman-teman ke daerah di Jawa Timur. Tolong HARAP DIPERHATIKAN BAIK-BAIK YA, KARNA TIDAK ADA PENGULANGAN! *CAPSLOCK TERTEKAN KARNA MEMANG DITEKAN* hahaa.

Awal mulanya, kami memang pengen banget bisa pergi bareng ke suatu tempat. Sampai akhirnya sebelum keberangkatan kami ngobrol-ngobrol biasa, sambil tercuatlah ide untuk pergi bersama saat weekend nanti. Ketika itu, biasanya apa yang diobrolkan itu cuma jadi wacana saja (bahkan nyaris memang jadi wacana saja *tapi akhirnya terwujud jg*fiuh*). Banyak opsi yang diajukan untuk tempat berlibur kami, banyak opsi juga untuk kapan kami berangkat karna alasan satu dan lain hal (salah satunya karna bentrokan jadwal dan kesibukan masing-masing yang sok sibuk *sebenernya yang sok sibuk cuma saya aja sih, hehee*). Awalnya kami menentukan mau go to the west atau go to the east (btw kalo go to the west udah kaya sun gokong dkk aja ya, hahaa #krik), karna ada seorang teman, Wisnu, yang sudah pernah pergi ke Jawa bagian Timur dan ada tempat yang namanya Wisata Bahari Lamongan (WBL) dia pun mengajukan ide kesitu. Lalu teman saya, Eriana, yang notabene orang Ciamis mengusulkan untuk pergi ke Pangandaran. Eriana mengusulkan ke Pangandaran dengan alasan satu dan lainnya, salah satunya karna dana yang bisa ditekan karna (lagi) kebanyakan dari kami memang orang Barat jadi kalau kesana jadi bisa menekan biaya untuk transportasi. Kalau ke Jawa bagian Timur kami memang harus menyewa mobil, yang jelas bagi kami mahasiswa yang belum bisa mencari uang sendiri menjadi bahan pertimbangan yang sangat penting untuk dipikirkan. Tapi hasrat kami untuk berlibur sih tetap besar (padahal masih ada yang mengerjakan skripsi, termasuk saya *semoga mamah gak baca ini, aamiin* :p).

Kami sudah sepakat untuk pergi pada weekend, Sabtu dini hari 3 April 2012, untuk masalah waktu kami sudah fix (awalnya begitu..) nah tinggal tempatnya. Awalnya kami (mungkin lebih tepatnya saya) mempertimbangkan untuk ke Lamongan, karna memang jaraknya yang tidak terlalu jauh dari Jogja dan ada pengalaman Wisnu yang pernah kesana. Sebelum mem-fix-sasi semuanya, ada beberapa teman yang memang masih perlu pertimbangan untuk ikut, ada juga yang ketika membuat rencana ini yang sedang tidak ada di Jogja tapi tetap kami beritahu kalo ada rencana untuk berlibur (karna makin banyak yang ikut bayarnya akan semakin murah, hahaaa *mahasiswa banget*). Sampai akhirnya semua pun kumpul, saya Agung Iis Eriana Dzikry (minus Wisnu karna dia sedang penelitian skripsi di Cepu, jadi dia cuma tinggal tunggu kontakan aja nanti kami jemput dia kesana. Karna kalo jadi ke Jawa bagian Timur maka kami jemput dia di Cepu). Agung yang baru datang dari Jepang juga ikut merencanakan. Obrolan demi obrolan pun bergulir, sampai pada akhirnya kami memutuskan Lamongan, fix ke Wisata Bahari Lamongan (WBL). Tapi setelah beberapa hari setelah kumpul lengkap itu, Dzikry harus pulang ke Cirebon dan kami pun kehilangan member yang notabene bisa meringankan biaya yang dikeluarkan *muka sendu* Kami pun coba buat sms beberapa teman yang siapa tahu berminat untuk ikut (awalnya yang akan pergi itu: saya Iis Agung Wisnu Epti Vera Eriana Dzikry, tapi pada akhirnya Epti dan Dzikry gak bisa). Berbagai rayuan dan ajakan kami lontarkan kepada beberapa teman, tapi karna ini eventnya mendadak jadi beberapa tidak bisa dan tidak mau. Sampai akhirnya kami dapat Zaenal (biasa dipanggil kadal), dan dia pun mau ikut *yaiiiyyy!* jadi sudah 6 yang bisa ikut, masih kurang 2 (lagi lagi ini karna mempertimbangkan dana seminim mungkin jika personil yang ikut 8 orang). Segala upaya dilakukan tapi lagi lagi gada yang mau, ya sudahlah akhirnya kami memutuskan hanya ber-6.

Nah kan tadi saya cerita awalnya kami mau ke Lamongan, tapi kemudian ketika saya pergi ber-3 dengan Agung dan Eriana, mereka melontarkan ide dan pertanyaan: kalau di Lamongan tuh adanya wisata apa aja selain WBL? Kalau sedikit males banget. Kenapa gak ke Malang aja yang udah tau kan banyak tempat wisatanya.. Trus sekalian ke Bromo — kata mereka. Trus kalo dipikir bener juga yaa.. Malah sempat sebelumnya kami tidak jadi memutuskan untuk pergi ke Lamongan pada weekend besok, malah rencananya tadi berubah mau ke Jakarta aja karna tanggal 8-9 Maret ada jobfair di UI. Lalu saya sama Iis jadi tertarik untuk ikut, tapi singkat cerita tidak jadi ikut karna bukan weekend tapi hari kerja dan Iis ada kuliah dan kegiatan lainnya. Sudah batal ke Lamongan batal pula ke Jakarta (pikir saya saat itu), sampai akhirnya saya mengajukan ke Iis untuk ayolah ke WBLnya jadi, dan dia pun mau! Finally. Tapi tadi seperti yang saya bilang, ketika saya sedang pergi ber-3 bersama Agung dan Eriana ada pertanyaan dan ide muncul untuk perginya ke Malang dan Bromo aja. Rencana pun berubah, anak-anak yang lain pun diberitahu. Untuk ke Malang dan Bromo memang prediksinya tidak bisa mungkin satu hari meminjam mobil, paling gak dua hari, tapi ada beberapa yang nampaknya keberatan (yaiyalah berat apalagi masalah duit yang dipotong dari uang jajan masing-masing, hiks). Sampai akhirnya kami memutuskan untuk tetap ke Malang dan fleksibel kalo mau ke Bromo. Mobil sudah siap dipinjam (walau masih belum tahu mau berapa hari).

Hari Keberangkatan

Beberapa jam sebelum keberangkatan, kami fiksasi terakhir, kami kumpul dulu di sebuah kedai susu. Obrolan mengalir, sampai akhirnya berhenti dan sepakat jika tujuannya adalah Malang dan Bromo (untuk Bromo fleksibel liat situasi dan kondisi). Kami menyepakati untuk berangkat pkl 03.00 pagi. Saya sebelum berangkat, nginep tempat Iis untuk memudahkan penjemputan nantinya. Jam 02.30 saya dan Iis udah bangun, udah siap-siap dan MC-in anak-anak cowok (mereka bangunnya agak susah jadi harus jauh-jauh hari banguninnya). Sampai jam 3 kurang, Eriana menjemput saya dan Iis lebih dulu baru kemudian Agung dan Zaenal. Seperti yang saya bilang sebelumnya, untuk Wisnu nanti dia dijemput di Cepu. Maka tujuan pertama kami adalah Cepu. Dengan berbekal map di iPad dan HP yang ada mapnya kami pun berangkat, karna memang sebelumnya belum ada yang tahu jalan ke arah Jawa bagian Timur. Bismillah, berangkat. Di jalan, Agung dan Eriana bergantian menyetir. Tujuan kami Cepu, dengan modal map dan tanya sana-sini kami pun mencari Cepu, sambil tetap mengontak Wisnu. Tadinya kami memprediksi sampai Cepu itu sekitar pkl 07.00 pagi, tapi lagi lagi itu hanyalah prediksi. Bukan apa-apa, ternyata eh ternyata tempat penelitian Wisnu itu jauh dari peradaban (memang dekat dengan tempat pelatihan Pertamina, tapi masih kesana lagi, JAUH). Udah mana jalannya DAHSYAT, kami serasa bukan naik mobil tapi berasa naik kapal yang di ombang-ambing ombak *hayah! tapi beneran deh* Jalannya tuh jelek bangettt! Udah mana gitu yang bikin emosinya adalah JAUHnya ituuu!! Jalannya itu untuk nemuin ujungnya aja entah berapa lama, ada mungkin dari Ngawi ke tempat penelitian Wisnu sekitaran 1,5-2jam an. Kebayang kan naujubilehnya!! Kami semua yang di mobil berusaha menghibur diri sambil becanda-becanda gak jelas, karna untuk ketemu ujung jalannya aja gatau dimana!ahhahaahaha. Sampai akhirnya ketemulah tuh si batang idung Wisnu. Sampai sana sekitar jam 9-set 10an. Belum lagi ternyata kami salah jalan, tadinya kata Wisnu (dia dapet info jalan tersebut dari seorang bapak-bapak yang tidak diketahui identitasnya) kalo dari tempat dia lurus bisa tembus ke Bojonegoro. Etapi ternyataaa, kami tanya sama warga setempat (bertanya, karna lagi lagi kami gak nemu ujungnya jalan itu) dan ternyata kami sudah kelewatan nyasar sekitar 20an kilo untuk bisa sampai ke Bojonegoro, yang artinya kami harus menempuh jalan yang sama ketika kami menjemput Wisnu sebelumnya *lap keringat yang banyak pake kanebo*

Selama di mobil, setelah dijemput, Wisnu jadi sasaran “kekesalan” becandaan kami. Kami sering mengungkit-ungkit dengan nada becanda soal tempatnya yang jauh itu, sampai kami merasa “anti” dengan kata-kata ‘ujung’ dan ‘pucuk’, hahahaa. Hampir di sepanjang perjalanan kami becandain dia, sebagai ungkapan emosi. Tujuan awal liburan kami adalah Malang dan Bromo, tapi karna waktu sebelumnya sudah tersita BANYAK untuk menjemput Wisnu, beberapa dari kami pesimis untuk bisa ke Malang dan Bromo dalam waktu satu hari sewa mobil. Sampai akhirnya Bromo kami coret dari tujuan wisata, tinggal lah Malang dalam list. Tapi, dari Cepu untuk menuju Malang aja butuh waktu sekitar 4-6 jam lagi, sedangkan saat itu waktu menunjukkan pkl set 11an. Agung sebagai supir pun masih tetap optimis untuk bisa ke beberapa tempat wisata di Malang (padahal beberapa diantaranya mulai tutup pkl 16.30). Akhirnya melaju lah kami menuju Malang, lagi lagi dengan modal map dan tanya sana-sini.

Sampai akhirnya tiba di Lamongan, dan kami punya pikiran jika memang tidak bisa sampai Malang, apa salahnya mampir dulu ke Lamongan (WBL) nah kalo masih ada waktu baru ke Malang. Akhirnya kami pun ke WBL, tanya sana-sini, dan ternyata tempat WBL itu jauh dari tempat kami start. Sekitar 1-2 jam perjalanan menuju sana. Sampai WBL itu sekitar set 2 siang, kami ishoma dulu. Untuk masuk sana harus bayar 60ribu per-orang. Kami pun masuk dengan semangatnya!

Di dalam banyak wahana-wahana yang tersedia, beberapa diantaranya ada yang harus bayar lagi dan ada yang gratis. Oia letak WBL ini tepat di ujung utara pulang Jawa, jadi dekat laut dan itu namanya kalau gak salah Tanjung Kodok. Liat dan masuk beberapa wahana dari mulai yang biasa sampai yang memacu adrenalin (yang memacu adrenalin beberapa diantaranya saya gak ikut, hahaa). Memang wahana yang ada tidak sebanyak di Dufan, tapi ya lumayan memuaskan kok. Yang kami naiki itu adalah: crazy car, ranger, swing ship (ini namanya saya bikin sendiri, karna gatau tepatnya apa, hahahaa), canoe, permainan air, rumah sakit hantu, rumah kucing, dll. Untuk ranger dan canoe saya gak ikut.

Waktu crazy car saya naik bareng Eriana, dia di depan saya di belakang. Wah bener-bener crazy tuh wahana! Wujudnya itu hampir sama kaya roller coaster cuma itu bentuknya mobil dan cuma bisa dinaiki 2 orang. Selama naik saya teriak-teriak, karna memang bener-bener crazy, dan selain itu ketika tikungan jalan beloknya itu gak santai banget! bikin kepala sakit dan mau copot. Saya takut jatoh aja ke bawah, gara-gara cara beloknya gak santai. Wah keluar dari situ cuma bisa bilang EDUN!

Lalu habis crazy car, kami lanjut ke ranger. Dari jauh kayanya seru, tapi setelah didekati hati saya menciut. Serem banget mainannya! Akhirnya saya dan Iis gak ikut main itu, dan bener aja ini lebih ekstrem daripada Tornado yang ada di Dufan menurut saya. Itu sampai diputar 360 derajat! Udah kaya jarum jam aja. Bener-bener menguras adrenalin!!! Saya sama Iis yang gak ikut aja dan cuma nonton ikut teriak-teriak saking serem liatnya -_____-” Keluar dari wahana itu, anak-anak cowok keliatan merah mukanya, saya yang gak ikut cuma bisa ngetawain, bwahahhaa! Tapi kasian juga :p Sayangya gak direkam di video.

Setelahnya beberapa tempat dan wahana kami kunjungi dan naiki. Oia, karna letak WBL yang berdampingan langsung dengan laut, jadi ketika kami menaiki wahana-wahana seperti crazy car dll yang menuntut bertemu ketinggian maka kami pun mendapat pemandangan tepi laut Tanjung Kodok yang indah! Andai saat main bisa mengabadikan, ada beberapa yang bisa ditangkap dengan mata kamera ketika kami naik swing ship, hanya sedikit enggel yang kelihatan memang tapi indah! Terakhir yang kami naiki adalah canoe, saya gak ikut karna harus menjaga tas mereka juga. Setelah canoe, kami pun selesai dan bersiap mandi serta berganti baju. Dengan tidak lupa narsis foto-foto sana-sini. Yang tadinya diniatkan untuk lanjut ke Malang, kami urungkan, karna jam menunjukkan jam 16.00 maka kami pun harus segera pulang ke Jogja untuk menghindari kemahalan sewa mobil.

Walau perjalanan pulang dari Lamongan menuju Jogja sempat nyasar lagi, kami pun gak kehilangan semangat dan keceriaan ketika melihat foto-foto yang sudah ditangkap di kamera. Cerita-cerita tentang ketika naik wahana ini wahana itu dengan disertai gelak tawa tentunya, dan beberapa kebodohan yang dilakukan, hahahaa. Untungnya Wisnu bijak untuk ikut kami saja pulang ke Jogja dulu, jadinya kami tidak harus memulangkan dia ke tempat yang JAUUUHHH itu, hehehe.

Sebelum pulang menuju Jogja, kami memutuskan untuk mampir Solo dan makan gudeg ceker yang terkenal di Jalan Mongonsidi depan SMA 1 Surakarta. Namun sayangnya, kami sampai sana sekitar pukul 00.30 yang ternyata belum buka (atau gak buka saya juga gatau). Padahal tempat itu menurut teman saya yang asli Solo merupakan gudeg ceker yang terkenal dan enak. Dengan perut lapar, kami pun tetap mencari tempat makan yang ada di kota Solo, sampai akhirnya dapat di Jl. Slamet Riyadi. Gudeg ceker juga sih, tapi rasanya mungkin tidak seistimewa dari gudeg ceker yang terkenal itu *sigh* Nasib belum mempertemukan kami dengan gudeg ceker yang terkenal itu 😀

Dan kami pun kembali ke Jogja dengan perut kenyang, dan hati riang serta tentu saja dengan badan yang capek. Tapi saya yakin inti yang dirasakan adalah senang dan kebersamaannya 😀 FYI, dana yang dihabiskan masing-masing orang selama perjalanan kemarin adalah 150ribu belum termasuk urusan isi perut, hehe.

Berikut beberapa foto yang berhasil tertangkap mata kamera:

(Gambar Atas: Tiket Masuk WBL)

(Maafin Iis ya teman-teman *ekspresinya kocak!* hehee)

(Zae and the rabbit monster)

(Eriana the drummer)

(Agung sheriff dari Indramayu :p)

(Wisnu sang kodok kacrut :p)

(Me the singer :D)

(depan pintu masuk WBL, unfortunately kepiting raksasa tidak terlihat)

(nah tuh giant crabs!)

(Tanjung Kodok)

(3 gambar diatas: Wisnu Eriana Agung Zaenal sebelum naik wahana Ranger)

(NAH ini ranger swing 360 derajat, bayangkan!! *gigit-gigit kuku serem*)

(naik swing ship, lihat ekspresi muka saya sebelum naik masih fine fine aja tapi setelahnya… *glek*)

(lihat perbuatan Iis, Zae gak keliatan, hahaa)

Jika tua nanti kita telah hidup masing-masing ingatlah hari ini (dikutip dari lagu Project Pop). Tetap semangat dengan usaha dan doa untuk berjuang mencapai mimpi dan cita masing-masing ya kawan! Terimakasih untuk ceria dan semangat perjalanan kemarin *grup hug*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s