Malam Itu

Malam itu sesederhana aku, kamu, dan 2 mangkok intel rebus. Menyeruak hangat lewat obrolan, sampai dering telfon berbunyi dan kamu angkat. Aku diam. Tak ada headset agar aku tak mendengar. Memempat cemburu. Tapi aku tetap tenang. Setiap kata menjadi kenang, setiap kedipan mata pun terekam. Malam itu ketika mata bertatap mata maka kata ku pun terbata. Aku, kamu, dan 2 mangkok intel rebus, tempat sederhana dengan kenangan istimewa. Asal itu (bersama) kamu, cukup buatku. Asal itu (bersama) kamu, salah satu alasan yang bisa buat ku bahagia. Asal itu (bersama) kamu, cukuplah hari itu. Asal itu kamu, maka aku bahagia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s