Flowers Was Send

Sebuah pesan masuk: bunganya sudah sampai ke orang yang dituju.

Bunyi pesan dari kurir pengirim bunga. Memesan bunga dari jarak 512 KM dari tempat kamu berada. Tanpa kamu tahu :p

Lalu ada pesan lain masuk lagi, isinya:

Tuh kan kamu ngerepotin
Pake kirim bunga segala
*jitak*
Pesan yang masuk ini bikin aku ketawa, senyum-senyum gak jelas. Tapi syukurlah benda bernama bunga itu mendarat dengan sempurna di tangan yang dituju 🙂

Aku ketik balasan:

Mana?
*emot senyum nyengir*
*emot melet lidah*
***

Hal kecil yang membuat aku senang karna kamu senang. Jarak yang jauh membuat aku khawatir ketika kamu sakit, biar pun aku tahu kamu akan bilang: no worries, am fully ok. — Tapi aku tetap khawatir. Aku tahu kamu ditemani siapa ketika dirawat, tapi aku tidak peduli akan hal itu. Walau jauh, aku ingin bisa ikut meringankan rasa sakit kamu. Hal kecil yang aku lakukan untuk slalu bisa melihat kamu tersenyum.

 

 

Spesial thanks di tulisan ini buat: yang membantu memesankan, kurir tiki yang mengantarkan langsung ke Anyelir 621, terimakasih bantuannya.

Rumit

Kamu bilang: Dari awalnya aja udah rumit. — yap kamu benar, ru-mit. Tapi, sadar kah kamu kalau itu untuk kamu? Semua kerumitan itu tentang kamu. Rangkaian kata yang keluar adalah kejujuran, hanya saja persoon nya tersamarkan. Takut ketahuan jika itu kamu, tapi entah kamu tahu atau tidak, atau tahu tapi pura-pura tidak tahu. Tidak mau dipusingkan dengan hal itu. Hanya saja ada sesak terasa di dada.

Maaf jika aku salah.