Binar Senyum Dari Sebuah Wajah

Senyum terkembang dari wajah itu. Membayangkannya saja sudah senang terasa. Teringat ketika menyiapkan kado untuk ulang tahunnya satu bulan sebelum, yang terbayang adalah senyum senangnya. Sengaja memang tidak memberi tahu, terlebih karna ingin membuat kejutan yang tidak pernah dilakukan pada siapa pun. Tepat satu bulan sebelum ulang tahunnya, terdengar kabar bahwa dia sudah menambatkan hati pada seseorang. Saat itu patah memang terasa, sehingga saya membuat tulisan tentang patah hati (link >>  http://bit.ly/ISl1RV ) tepat di tanggal kramat dia dan dia-nya. Saat itu sedih terasa, tapi saya coba menghibur diri dengan membuat tulisan itu. Kado sudah selesai tinggal siap dikirimkan. Patah hati tidak membuat segalanya jadi sia-sia, karna memang buat saya tidak ada yang sia-sia yang saya lakukan untuknya. Lebih karna memang saya ingin melakukannya, ingin membuatnya bahagia itu sederhana, at least itu dirasakan saya dengan membuatnya (tambah) senang dan senyum pun terkembang dari sana.

Binar senyumnya slalu membuat saya juga ikut tersenyum, padahal itu hanya terlihat dari bingkai gambar tak bergerak. Saya pernah bilang ke dia: gatau kenapa aku slalu suka senyum kamu, suka, gatau kenapa — Tanpa tahu alasannya, saya slalu suka. Dua buah benda dipinggir kanan-kiri senyumnya pun membuat senyum itu menjadi…mmm manis. Saya tidak pernah punya cukup keberanian untuk menatap matanya lama-lama, pernah suatu ketika mata bertemu mata (disertai senyum darinya) ketika tatap bertemu tatap itu membuat saya menjadi linglung, entah muka saya saat itu seperti apa. Kalau saja saya tokoh kartun mungkin rona merah sudah terlihat dari wajah saya saat itu.

Binar senyum dari sebuah wajah. Wajah kamu. Tak pernah tahu alasan apa yang slalu membuat saya menyukainya. Mungkin di dalamnya ada candu yang entah itu apa, yang slalu susah untuk diungkap kata, hanya ada bahagia terasa. Terimakasih untuk setiap senyum yang ada. Maaf jika kata-kata terakhir di BBM hari ini membuat kamu malas untuk membalasnya, maaf jika ada yang salah didalamnya. Maaf untuk setiap kata yang tidak berkenan.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s