I Talk To Myself

Dia bimbang. Berada di garis yang di depan dan di belakangnya membuatnya sulit memilih. Dia berada di tengah. Pilihannya menjadi sulit ketika berada di tengah ada suara-suara yang berbicara carut-marut. Menundukkan kepala dan berpikir, membuat tenang dirinya yang di dalam, mulai mendengarkan apa yang ada di hatinya. Lantas suara-suara itu tidak mau berhenti berbicara, mengumpat, berseloroh, mengejek, dan entah apalagi yang terdengar. Dia diam. Dia tidak sedih, hanya saja bimbang. Dia bilang: mencintai dan dicintai akan menjadi sulit ketika banyak yang ikut berbicara di dalamnya — Garis terang akan datang, tepat pada waktunya. Walau berada di tengah, hanya perlu melakukan apa yang ingin dan dapat dilakukan. Berdoa dan mau berusaha. Membahagiakan dan melihat senyuman yang juga bisa membuatnya bahagia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s