Bercerita — Buat Aku Kamu Slalu Cantik

Sebuah pesan masuk ke BBMku

“Aku gak terlihat gendut disitu ya?”

“Siapa yang bilang?”

“Beberapa ada yang bilang, hehe”

“Oh yaudah kalo ga sreg dan keliatan gendut diganti juga gapapa kok.
Tapi buat ku enggak kok”

“Buat aku juga gak sih #disclaimer”

“Beneran?
Dia gak suka kah lihat dp bbm itu?
Kalo memang dia gak suka, yaudah ganti yang dia suka aja
*tapi berharap sih gak diganti*
hehe”

“hehe gampanglah nanti2 aja gantinya”

***

2 Hari sebelumnya:

“Ganti donk dp bbm nyaa..”

“Ganti apa? *nyengir*”

“Mmm sebentar mikir sambil nyari”

(mengirimkan gambar)
“kalo gak yang itu, yang pakai kacamata gapapa.
Pilih diantara dua itu”

“Aku keliatan masih polos ya disitu..
Sekarang juga sih, hehe”

“Iya deh polosss..
Nanti diganti ya dp bbm nyaa :)”

Entah kenapa malam itu dia manis sekali. Aku senang ketika hanya ada kata “aku” dan “kamu” tanpa ada kata sapaan, padahal dia 2 tahun lebih tua daripada aku. Ingin sekali rasanya aku hanya memanggil namanya, tapi sayangnya aku belum berani karna takut dia berpikir kalau aku tidak sopan.

Aku takut kemanisan dia beberapa malam kemarin hanya akan sebagai “perpisahan” beberapa hari dengannya. Bukan tanpa alasan aku berkata begitu, karna sepengalamanku kemarin-kemarin selepas kami berbincang manis keesokan harinya dia menjadi “aneh” dan dingin menurutku. Entah pasti selalu terjadi hal seperti itu.

***

Aku suka senyumnya, aku suka 2 benda yang membuat manis di kiri-kanan pipinya yang muncul saat dia tersenyum, tertawa dan ceria. Lesung pipi. Ya, dia memiliki lesung pipi dan itu menambah manis senyumnya.

***

“yah aku juga ketiduran semalam”

“iya, gapapa” balasku singkat.

Semalam aku memang meminta tolong padanya untuk membangunkanku pada dini hari, karna aku harus mengerjakan tugas akhirku. Tapi aku tahu bbm ku hanya ada tanda “D” yang artinya belum dibaca olehnya. Untungnya alarm ku setel keras-keras, jadi aku bisa bangun tanpa dibangunkan olehnya.

“How you gonna do to spend your weekend?
Aku ada resepsi nih yang ribet
hedeuh”

“Main ke kosan teman, ngerjain tugas akhir, dan berencana menghadiri acara nanti sore.
Mungkin nemenin dan bantuin yang lagi ribet resepsi juga boleh :)”

“bantuin apa? :D”

“bantuin nemenin dan ngehibur tamu undangan yang lagi bete dan ribet satu ini biar gak bete?”

“-___-* aku lagi bingung milih bajuuuu”

“Oh.. Mmmm gaun yang pink (eh itu udah sering dipake ya?)? kebaya modern? kebaya ijo? baju kantor? :p”

“hahahaa.. yang pink udah 2kali pake (malu)”

“mmm.. emank kapan resepsinya?
yang dipake pas foto-foto di kota tua? baju yang beli di Solo buat adek? beli baru (eh tapi gada waktu sama buang-buang uang yaa)”

“siang sama malam ini”

“semoga cepet dapet baju yang sreg buat resepsi yaa.. kamu pake apa aja tetap cantik kok, tapi kelihatan lebih cantik poin tambahan aja (akh bingung nyusun kata-katanya).
selamat ber-resepsi”

Akh aku ga pandai berkat-kata, sebenarnya aku ingin memujinya tapi aku takut jika ada kata yang membuatnya tidak berkenan dia akan pergi dan memberi jarak.

Buat aku, apapun kamu sekarang, apapun kamu nanti, apapun yang kamu pakai hari ini, apapun yang kamu pakai besok meskipun kamu bilang itu adalah pakaian terburuk kamu, aku akan selalu bilang kamu cantik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s