Saya

Saya hanya ingin melukiskan bintang di langit pada selembar kertas. Menambahkan satu untuk setiap rasa yang saya dekap. Karena apa yang saya punya adalah bisu. Kata yang habis bahkan sebelum terucap dan kisah yang putus sebelum diceritakan. Jadi saya memilih menyimpannya di dalam genggaman malam. Mengenyahkannya ketika pagi datang. Karena apa yang saya mau ditakdirkan jadi udara, terasa namun tak ada. Jadi saya memilih menjadi tiada dalam setiap keberadaan. Lalu saya tidak tahu kapan akan melemparkan dadu. Saya mungkin tidak ingin percaya lagi terlalu banyak kata. Membelit satu dengan yang lain, entah yang mana yang menjadi mula. Karena apa yang sederhana sudah menjadi lingkaran tak berujung. Lalu saya memilih diam. Tinggal tenang dalam beku yang saya mau. Karena saya tidak ingin antara, tidak juga percobaan rasa. Hanya ya atau tidak, mau atau tidak, tidak ada atau ada. Itu hitam putih versi saya yang berdiri pada abu-abu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s