Hilang

Hari demi hari menelusur jejak. Serupa pengembara yang lupa arah. Seperti anak ayam yang tersesat karena terpisah dari induknya. Berdiri dalam sunyi yang pekat. Mengadu kepada malam yang bisu. Tak lagi berharap jawab, apalagi seucap salam. Hanya berdiri memeluk diri. Jangan lagi. Karena satu jawab melawan jawab yang lain. Karena satu harap akan rebah diinjaki kenyataan yang lain. Karena setiap kata akan kalah oleh waktu. Lelah. Rebah. Lalu punah. Entah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s