Catatan Kebisuan

Karena saya tidak pernah ingin menukar kenang. Tidak juga melego rasa untuk sejumput lupa. Saya hanya percaya apa yang ada akan ada sampai pada waktunya. Apa yang tiada mungkin tidak akan pernah jadi ada. Jadi saya memilih berteman dengan sunyi, mencintai dengan bisu dan ketiadaan. Karena di setiap sudut kamu sendiri, kamu tahu saya ada. Dalam setiap kata yang tidak terucap, dengan setiap rasa yang diredam, saya bersuara. Lalu, saya biarkan segalanya mengalir, menuju ke mana dia berujung, di mana muara berada. Karena yang saya punya hanya kejujuran, apa yang saya punya, apa yang saya rasa. Sederhana. Mungkin begitu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s