Ka-ngen

Setiap geraknya terekam di kepala. Bagaimana dia berbicara, bagaimana mimik wajahnya, bagaimana setiap kerut dahinya ketika sedang berpikir tentang materi pekerjaannya, bagaimana cara dia melepas softlens, bagaimana dia memakai kacamata, bagaimana dia melepaskannya, bagaimana dia membakar batangan rokok, bagaimana cara dia merokok, bagaimana dia tersenyum, bagaimana dia bangun tidur, bagaimana dia tidur, bagaimana dia bersiap untuk memulai harinya, bagaimana dia memakai bootsnya, bagaimana dia tertawa, bagaimana dia diam, bagaimana dia mengetik diatas iPadnya, bagaimana dia memakan cupcakes yang aku kasih (padahal sepertinya aku tahu kalo cupcakes itu kemanisan, maaf yaa aku sendiri belum pernah coba).

Tapi aku menolak mengingat ketika dia sedang menelfon dan/atau mendapat telfon dari yang-mungkin-aku tahu-itu siapa.

Aku kangen dia, Tuhan. Kangen. Banget. 😦

Take care for your next work-trip yap.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s