Memori di Kepala

Terdiam. Melamun. Lalu sebentuk pikiran di kepala bermain. Memutar tawa, senyum, lesung pipi, ujaran kata, bahkan kedipan mata. Lalu terbuai ke dalamnya. Lihat, siapa yang punya itu semua? Lalu tersadar. Menggelengkan kepala. Sembari berkata — Gak boleh! *dilakukan berkali-kali sampai putaran memori blur.  Berulang kali dilakukan. Tersadar. Ternyata dia masih berdiam di kepala. Bahkan mungkin bukan disitu saja. Lalu aku, meringis menahan perih yang ada. Tapi tak apa, ini pembelajaran dari yang ada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s