Apa yang Sudah Terkata

Belum tersambung kata. Mungkin karna rasa tak percaya dari apa yang sudah saya kata. Sesungguhnya kini, saya pelan berkata, tapi tak pernah benar habis kata. Enggan berkata, enggan menyapa, takut mengganggu yang disana. Rasa masih sama, hanya saja mencoba menempatkan pada batas yang wajar saja. Bukan apa, lebih karna menghormati yang ada. Mulut bilang semua akan tetap sama, tapi sayang kamu tidak meng-iya-kannya. Kembali, disini pada lembar maya tertulis bait kata, bukan tentang cinta tapi tentang penyampaian kata yang sudah terkata. Dan apakah kamu mulai berubah? Sepertinya iya. Tapi saya akan tetap sama, hanya saja entah mengapa enggan menyapa. Takut tak tersahut seperti biasa.

Aku rindu kehangatan sapa — hey pagi anak labil! ; morning Jogja ; have a good day there. Sayangnya kamu mungkin tak lagi sama, setelah apa yang sudah saya kata. Maafkan jika saya salah. Saya tidak berubah. Maaf jika saya salah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s