Cerita Siang Hari

Siang yang terik di Jogja, dan kosan mati lampu. Saya pun keluar mencari secercah listrik nyala. Finally terdamparlah saya di Togamas. Sebenarnya saya mau ke Djendelo kafe yang terletak tepat diatas toko buku Togamas, tapi apa daya ketika saya datang tempatnya pun belum buka. Lalu saya putuskan untuk membaca buku dulu di Togamas. Tepat di pintu masuk, saya melihat bukunya mba Asma Nadia, dulu saya sempat membaca bukunya yang ‘Catatan Hati di Setiap Sujudku’ dan itu bagus banget. Kali ini saya melihat dan tertarik dengan bukunya yang judulnya ‘Catatan Hati di Setiap Doa’ (kalo gak salah ingat itu judulnya, hehe). Sambil menunggu kafenya buka, saya pun membaca itu. Ada 2 kisah yang membuat saya nyaris menangis (tapi saya tahan karna saya sadar saya sedang di tempat publik, hehe).

Cerita pertama mengisahkan tentang seorang anak yang jauh dari keluarganya. Anaknya ini sudah berkeluarga sendiri dan harus menetap di luar negeri. Saat itu dia mendapat kabar jika ayahnya sakit, koma selama beberapa hari. Karna dia jauh dari rumah, si anak hanya bisa mengetahui kabar ayahnya via telfon walaupun sebenarnya si anak ingin sekali pulang ke Indonesia. Apa daya saat itu tiket murah belum didapatnya. Dia pun berdoa sama Allah, tidak hentinya dia berkata: Ya Allah jika ini memang saat terakhir hamba bertemu ayah hamba maka pertemukanlah hamba dengannya, ijinkan hamba untuk bisa ada disamping beliau disaat terakhir beliau. Pada suatu hari ibunya menelfon jika ayahnya sudah sekarat, ibunya meminta dia untuk mengucapkan beberapa doa ditelinga ayahnya, dia pun berkata lewat telfon: yah ini beby. Sontak ayahnya tiba-tiba menjawab: ya beby.. Orang-orang yang ada disekeliling ayahnya pun kaget, padahal sebelumnya sang ayah koma selama beberapa hari. Dengan menahan isak diujung telfon, si anak pun mulai menuntun ayahnya membacakan doa, Subhanallahnya sang ayah dapat dengan lancar mengikuti doa yang anaknya ucapkan. Terlebih lagi setelah itu, si anak mendapat kemudahan untuk pulang ke Indonesia, tiket murah sudah ditangan, dan ayahnya pun semakin membaik.

Cerita kedua, seorang anak yang dekat dengan ibunya. Jarak mereka hanya 18 tahun. Mereka sering pergi berdua, berbelanja bersama, hingga dikira adik-kakak. Suatu hari, di dada ibunya terdapat benjolan yang ternyata itu adalah kanker paru-paru. Suami dan anak-anak ibu itu terkejut, tidak pernah menyangka sebelumnya. Si ibu yang dulu sehat dan segar bugar, terpaksa harus menepuh 20x radiotherapi dan 7x kemotherapi, dan itu pun kata dokter belum dijamin bisa membunuh sel kankernya. Selama menjalani terapi-terapi tersebut, si ibu belum juga terlihat membaik, badannya mulai mengurus, rambutnya habis akibat kemo, dan punggungnya terbakar akibat radioterapi. Suami dan anak-anaknya pun telah menghabiskan banyak dana untuk kesembuhan sang ibu. Anaknya berdoa pada Allah, pada saat ibunya terdeteksi menderita kanker, sang anak berdoa: ya Allah sembuhkanlah ibuku; ketika di tengah perawatan ibunya yang tidak kunjung membaik juga, doa sang anak diubah: ya Allah sungguh kami pasrahkan semua kepada-Mu karna hanya Engkau yang dapat memberikan yang terbaik dari yang terbaik; di penghujung setelah vonis dijatuhkan dokter, sang anak berdoa: ya Allah jika ini menyiksa ibuku tolong angkatlah rasa sakit itu dari ibuku, aku percaya yang terbaik menurut-Mu. Setelah beberapa lama menjalani perawatan yang ada sang ibu wafat, dan keluarga mereka pun ikhlas. Walaupun sesekali si anak merindukan hari kebersamaan bersama ibunya.

Yang saya pahami dan mengerti dari buku yang saya baca itu adalah: jangan meremehkan kekuatan doa, Allah itu ora sare, Dia mengetahui segala yang ada di dalam hati sekalipun di yang paling dalam. Allah mengabulkan doa dengan 3 cara: mengabulkan apa yang dimohon pada saat itu,  menggantinya dengan yang lebih baik, dan menundanya serta memberikan yang terbaik. Definisi doa pun gak cuma menengadahkan tangan sambil meminta kepada-Nya, doa pun adalah ikhtiar untuk bisa berjuang mencapai apa yang dimohonkan. Nah, dikala saya sedang ‘jatuh’ seperti akhir-akhir sembari mengingat mamah yang marah-marah sama saya gara-gara tugas saya sebagai anak ada yang belum selesai, saya pun merasa terangkat sedikit semangat yang ada. Mungkin ada beberapa hal dari cara saya berdoa, dari isi doa saya yang salah, sehingga kemarin-kemarin saya merasa kurang semangat dan malas-malasan. Saya gak mau kehabisan waktu, saya mau selama kedua orang tua saya masih ada saya bisa memberikan yang terbaik kepada mereka. Kehilangan dan melihat diryu sudah bersama orang lain memang menyakitkan, tapi saya paham ada yang jauh lebih menyakitkan dari sekedar hal tersebut, yakni suatu saat kehilangan kedua orang tua saya. :”( Maka saya pun harus meluruskan niat saya, saya sayang diryu tapi saya harus lebih sayang dengan orang tua saya dan diri saya sendiri. Serta jauh lebih sayang sama Allah. Bismillah. Ya Allah beri saya waktu untuk bisa membahagiakan kedua orang tua saya, selama saya dan beliau-beliau masih diberikan nafas di dunia ini, maka saya sebagai anak hanya ingin membahagiakan mereka. Saya percaya untuk saat ini mungkin saya belum bisa mendapat cinta dari orang yang saya sayang (diryu), tapi untuk saat ini maka ijinkanlah saya untuk bisa memberikan yang terbaik dulu untuk mamah-papah. Maka tetaplah isi kekosongan hati dan pikiran dalam diri saya, jangan tinggalkan saya barang satu detik pun, saya ingin bahagiakan mamah-papah dengan jerih payah yang saya punyai dan perjuangkan, untuk yang terdekat ini saya mohon Allah bantu saya untuk bisa menyelesaikan tugas akhir kuliah saya sehingga mamah-papah bisa melihat saya mengenakan toga, begitu sekiranya hal simple dekat-dekat ini yang diminta oleh mamah-papah. Aamiin ya rabbal’alamin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s