Memantrai Diri

Lihat. Kamu tertawa.
Kamu bahagia.
Maka aku pun begitu.

Dia. Telah memberikan semua itu untuk kamu.
Maka aku pun ikut bahagia.

Jangan lihat.
Luka ini hanya sementara.
Aku sudah punya perban. Tinggal tempelkan saja.

“Semua akan baik-baik saja. Dia akan baik-baik saja. Dia bahagia.”
Mantra ku pada diri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s