Demikian Aku Mencintai Kamu

Duduk menghadap bentangan luas

menjamah satu persatu dari yang tersimpan

Kamu tidak pernah jauh

Kamu bentangan luas

Kamu tersimpan

sedekat detakan jantung saat pertama mata saling menatap

seberharga ingatan mata saat pertama tangan tersodorkan

Kamu tidak pernah jauh

Kamu bentangan luas

Kamu tersimpan

Jika rindu datang, aku duduk menatapnya

Jika rindu datang, aku menjamah setiap kenang yang ada

Jika rindu datang, aku lunglai…tak banyak yang dapat ku lakukan

Kamu tidak pernah jauh…sedekat detak jantung di setiap pompaan darah ke tubuh

Kamu bentangan luas…seluas pikiran manusia tentang imaji tak terbatas

Kamu tersimpan…jauh di dalam hati yang paling dalam

Demikian aku mencintai kamu

Maaf jika masih begitu. tengoklah aku di setiap lembaran kertas maya ini, banyak cerita tentang kamu yang tidak kamu tahu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s