Bercerita — Menulis Secarik Kertas

Serapuh kelopak sang mawar yang disapa badai diselimutkan gontai. Saat aku menahan sendiri, diterpa dan diluka oleh senja. Semegah semerbak dijaga, matahari pagi bermahkotakan embun. Saat engkau, ada disini dan pekat berakhir sudah. Akhirnya ku menemukanmu saat ku bergelut dengan waktu. Beruntung aku menemukanmu, jangan pernah berhenti memilikiku hingga ujung waktu. Setenang hamparan samudera, dentuman burung camar takkan berhenti bernyanyi. Saat aku berkhayal denganmu, dan janji pun terukir sudah. Jika kau menjadi istriku nanti, pahami aku saat menangis. Saat kau menjadi istriku nanti, jangan pernah berhenti memilikiku.. Hingga ujung waktu. Jika kau menjadi istriku nanti, pahami aku saat menangis. Saat kau menjadi istriku nanti, jangan pernah berhenti memilikiku hingga ujung waktu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s