Simfoni Hitam — Tak Akan Bisa Sentuh Hatimu (?)

Malam sunyi ku impikanmu. Ku lukiskan kita bersama. Namun slalu aku bertanya “Adakah aku di mimpimu?” Di hatiku terukir namamu. Cinta rindu beradu satu. Namun selalu aku bertanya “Adakah aku di hatimu?” Tlah ku nyanyikan, alunan-alunan senduku. Tlah ku bisikkan, ceritacerita gelapku. Tlah ku abaikan mimpi-mimpi dan ambisiku. Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu? Bila saja kau di sisiku, kan ku beri kau segalanya. Namun tak henti aku bertanya “Adakah aku di benakmu?” Tlah ku nyanyikan alunan-alunan senduku. Tlah ku bisikkan cerita-cerita gelapku. Tlah ku abaikan mimpi-mimpi dan ambisiku. Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu? Tak bisakah kau sedikit saja dengar aku? Dengar simfoni ku, simfoni hanya untukmu. Tlah ku nyanyikan alunan-alunan senduku. Tlah ku bisikkan cerita-cerita gelapku. Tlah ku abaikan mimpi-mimpi dan ambisiku. Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu? Tlah ku abaikan mimpi-mimpi dan ambisiku. Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s