Bercerita — Nya

Aku mencintainya, Tuhan.

Nya, yang memiliki senyum yang mampu menyejukkan hati.

Nya, yang memiliki sepasang lesung pipi dipinggiran senyumnya.

 

Aku mencintainya, Tuhan.

Nya, yang sudah dimiliki orang lain.

 
Aku tidak pernah mau bertanya: Kenapa harus dia?

Aku tidak punya kuasa akan pertanyaan itu.

 
Mereka bilang: Cinta itu nyata kalau memilikinya.

Buat aku, ini bukan hanya soal memiliki.

Buat aku, ini bukan soal dia sudah atau belum dengan siapa pun.

 

Siapa sih Tuhan yang tidak ingin bersama orang dicintai? Bukankah tidak ada yang tidak ingin? Aku percaya Engkau pasti punya maksud dengan ini semua. Terlepas dari itu semua Tuhan, berikanlah selalu dia kebahagiaan. Agar aku bisa ikut bahagia juga. Aku terlalu naif, dan terlalu bodoh nampaknya. Tapi tidak juga, banyak hal yang aku pelajari dari dia. Hal yang mereka tidak paham, dan terkadang aku juga tidak paham.

Aku mencintainya Tuhan, jaga dia untukku, limpahkan dia dengan cintamu yang jauh lebih banyak dari cinta yang aku punya untuknya. Jika waktuku habis, sampaikan bahwa aku mencintainya dengan ‘walaupun’.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s