#Bercerita Terlambat

Search: Mr. Curiousity

Klik playing

Segara Anak, hamburan bintang, dan Mr. Curiousity Jason Mraz. Kalau boleh terjun mungkin saya langsung terjun ke danau saat ini juga. Memori pun lalu terputar otomatis. Ada muka kamu. Senyum kamu. Suara kamu.

“Ekhm”

“Eh..” Saya menengok ke arah suara.

“Ngelamun aja..”

“Hehe..”

“Ada yang dipikirin?”

“Ada”

“Siapaaaa??? Kepo”

“Mau tau aja”

“Ah gak asik!”

Saya cuekin.

“Tuh makan yuk!”

“Hehe.. Iya.. Laper..”

“Makanya jangan bengong ajaa.. Jadi laper kaann..”

“Apa hubungannya deh!”

***

“Ini aku bawa ini dari Rinjani”, kata saya sambil nyodorin Edelweis.

“Wah.. Makasih yaa..”
“Gimana Rinjani?”

“Baik-baik aja, sehat wal’afiat”

“Masih jayus aja ih kamu”

“Hehe..”
“Rinjani tuh panjang, capek, berbukit-bukit. Tapi yang paling utama: RINJANI ITU INDAH, SURGA”

“Wah worth it dong ya?”

“Yo’i!”

“Tapi.. Kenapa kamu pergi gak bilang-bilang?”

Saya diam.

“Gara-gara aku ya?”

Tanya dia lagi. Saya diam.

“Ah yaudah deh gausah dibahas. Ayo anterin aku ke toko buku aja”
“Mau?”

Saya mengangguk.

(Di mobil)

“Iya aku pergi gak bilang karna kamu”

Saya membuka pembicaraan. Dia diam.

“Aku takut.. Takut suka sama kamu”
“Itu aku rasain akhir-akhir ini. Makanya aku memutuskan menjauh, dan menerima ajakan teman naik gunung. Siapa tahu bisa ngilangin candu akan kamu..”
“Ternyata aku salah. Di tempat sepi begitu pun kamu tetap ada.”

Dia masih diam.

“Kamu boleh kok marah sama aku..”
“Lebih baik kamu marah sih daripada kamu diem”

Suasana masih hening. Sampai pada tempat tujuan dia, toko buku di daerah Gejayan.

“Kamu mau cari buku apa sih?”

“Casual Vacancy. Buku barunya JK Rowling”

“Tentang apa?”

“Aku juga belum baca sinopsisnya”

Anak aneh, cari buku tapi gatau tentang apa. Dia menjawab pertanyaan saya, tapi tidak balik bertanya. Gak kaya biasanya. Biasanya dia cerewet.

“Aku cari-cari komik ya”

Dia hanya mengangguk.

***

“Kamu kemana?”

Udah seminggu lebih semenjak dari toko buku, dia gak ada kabar. Saya BBM gak pernah dibalas. Sampai malam ini saya mencoba peruntungan BBM dia lagi, biarin kalau gak dibalas.

***

“Aku mau ketemu dong”

Tiba-tiba dia BBM. Setelah 2 minggu menghilang.

“Kapan? Dimana? :)”

“Jam 1 nanti ya, sekalian makan siang. Di Dixie aja.”

“Ok :D”

“Kamu kemana aja?”, tanya saya.

“Aku ngelakuin apa yang kamu lakuin ke aku”

“Ha?”

“Semenjak kamu bilang semuanya, sebelum ke toko buku itu, aku juga ingin memastikan ini apa.”
“Kalau jauh dari kamu apa aku bisa, apa aku tahan. Ternyata, sejauh apapun aku, kamu ada.”
“Bahkan waktu aku sama Raka. Kamu ada, dipikiran aku.”
“Aku mulai takut. Aku takut, aku suka sama kamu, Fa”

Saya menyimak.

“Saat aku pergi memastikan apa yang aku rasain ini, saat itu Raka menawarkan hal baru, Fa.”
“Dia ngelamar aku.”

“Lalu kamu bilang apa?”

“Aku bilang…”
“Iya”

Rasanya mendengar itu hati saya seperti dibanting. Hancur.

“Waktu aku mau bilang apa yang aku rasain ke kamu, aku telfon kamu Fa.”
“Tapi gak kamu angkat. Berkali-kali aku telfon, tapi kamu gak angkat Fa..”

Dia mulai terisak.

“Tapi gada telfon masuk, Cind”
“Sungguh”, kata saya.

“Aku fikir kamu udah gak nyariin aku lagi. Lalu aku pun mengiyakan ajakan Raka, Fa”
“Maafin aku Fa.. Maafin..”

Tangisnya pun pecah. Saya peluk dia. Mungkin untuk yang terakhir.

***

“I’m looking for love this time.. Sounding hopeful but it’s making me cry.. Love is a mistery..”

— THE END —

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s