R

Rindu itu tidak sesederhana yang dipikirkan. Rindu itu seperti memori di kepala, yang muncul tiba-tiba bahkan saat tidak punya daya. Rindu itu terkadang membuka luka lalu memunculkan air mata. Rindu itu terkadang dekat dengan luka jika hanya satu saja yang rasa, yang lainnya tidak. Rindu membuat banyak tanya yang padahal tahu ujungnya adalah ‘tidak’.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s