Namun Tak Kau Lihat

Ada orang yang mencintai diam-diam, mengagumi diam-diam, menyembunyikan rasa karna berbagai alasan. Dia menunjukkan semuanya (sayang, cinta, dsb) dengan caranya sendiri. Kadang terasa, tapi seringnya tidak terasa. Dia mendahulukan dia yang disayangnya, bukan mendahulukan dianya sendiri. Baginya itu bukan hal bodoh, ada berbagai macam alasan darinya yang mendasari itu semua. Itu semua atas dasar sayang, cinta, bahagia. Mungkin begitu. Namun tak kau lihat.

Saya mau membuat cerita pendek dari sudut pandang ‘Namun Tak Kau Lihat’ dan itu akan dijadikan beberapa cerita. Maaf kalo nanti terbit cerpennya lama, dikondisikan dengan ide menulis dan mood.

Advertisements

Kebodohan

Katanya, kalau kamu sungguh mencintai seseorang, yang terpenting untuk kamu adalah bahagianya. Entah itu menyertakan kamu di dalamnya, entah tidak. Katanya kamu seharusnya bahagia untuk orang yang kamu cintai. Kalau ketiadaanmu akan membulatkan kebahagiaan orang itu, akankah kamu memilih ada? Kalau keberadaanmu akan menggenapkan bahagianya, akankah kamu memilih tiada? Kalau kamu tidak tahu yang mana, apa yang kamu pilih? Berada dalam ketiadaan atau tiada dalam keberadaan? Seperti orang-orang yang percaya bahwa setiap jiwa masih berkelana ketika jasadnya sudah membiru. Mungkin begitu? Entah.